Mimpi Enzo menjadi TNI hampir pupus setelah dirinya diisukan sebagian netizen sebagai simpatisan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Tuduhan itu mencuat setelah foto dirinya sedang memegang bendera hitam bertulis kalimat tauhid, viral di media sosial. Bendera tersebut selama ini kerap diidentikan dengan HTI.
Lihat juga:KSAD: Moderasi Bernegara Enzo 84 Persen |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus PKS itu mengbaratkan kasus Enzo dengan seorang yang berfoto dengan latar belakang buku-buku marxisme. Dia bilang hanya karena background buku-buku marxisme bukan berarti orang itu marxis. Pun dengan kasus Enzo.
Ia pun meminta persoalan Enzo segera disudahi dan mempercayakan proses selanjutnya kepada TNI. "Saya percaya dan meyakini 100 persen, Akmil itu profesional dan kredibel," kata dia.
KSAD Jenderal Andika Perkasa sebelumnya telah memastikan Enzo Zenz Allie tetap dipertahankan sebagai taruna di Akademi Militer Magelang. Andika menegaskan, berdasarkan analisis moderasi kebernegaraan, kata Andika, Enzo mendapat nilai 84 persen.
"Atau nilainya 5,9 dari nilai maksimum 7. Oleh karena itu kami memutuskan tetap mempertahankan Enzo dan seluruh taruna yang kami terima," kata Andika Perkasa di Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).
Panglima TNI, Hadi Tjahjanto juga telah memastikan Enzo memenuhi syarat untuk menjadi taruna Akmil di Magelang, Jawa Tengah. Dia menyebut Enzo adalah WNI dan telah lolos syarat baik dari tes fisik mau pun psikologi.
[Gambas:Video CNN] (rzr/wis)