Ada Kerugian Negara, KPK Sebut Bisa Terlibat soal Karhutla

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 11:05 WIB
Ada Kerugian Negara, KPK Sebut Bisa Terlibat soal Karhutla Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bisa terlibat dalam persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena ada kerugian negara dalam peristiwa itu. 

"Ada hutan yang jumlahnya semakin berkurang, KPK kan masuk di kerugian negara. Ini ada kerugian negara," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/8).

Indikasi kerugian negara itu, lanjut Saut, bisa jadi tempat masuk KPK untuk memberikan rekomendasi terkait langkah-langkah pencegahan korupsi dalam hal tata kelola sektor kehutanan.


Namun, jika ada tindak pidana korupsi dalam kasus kebakaran hutan ini, bukan tidak mungkin KPK akan melakukan penindakan.

"Kalau ada kerugian negara, KPK masuk di pencegahannya, kalau kemudian ada kita bisa buktikan ada korupsi, kita lakukan penindakan," ucap Saut.

Karhutla terjadi di sejumlah daerah di Indonesia pada musim kemarau tahun ini. Daerah-daerah terjadi karhutla di antaranya Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Di Palangka Raya, Dinas Pemadam Kebakaran setempat mengakui banyak titik karhutla yang berdekatan dengan perumahan atau permukiman warga. Salah satunya di Jalan Nagasari.
"Di Nagasari kami terima banyak sekali laporan masyarakat, tentang api yang hampir mendatangi permukiman," ujar Wakil Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Israwan, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/8) pagi.

Sementara di Kota Pontianak pada Selasa (13.8) diselimuti  asap pekat akibat kebakaran hutan yang membuat jarak pandang menjadi 100 hingga 200 meter.

Masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut dan khawatir jika kondisi tersebut berlarut akan berdampak pada kesehatan.

"Ketika menuju ke masjid untuk salat Subuh, sangat terasa bau asap yang dihirup," kata warga yang tinggal Parit Mayor, Pontianak, Tomi, Selasa (12/8) seperti dilansir dari Antara.

Presiden Joko Widodo menyatakan malu asap karhutla sampai masuk ke negara tetangga. Bahkan sampai menjadi berita utama media massa di sana.

"Saya kadang-kadang malu. Minggu ini saya mau ke Malaysia dan Singapura. Tapi, saya tahu minggu kemarin sudah jadi headline, jadi HL, jerebu masuk lagi ke negara tetangga kita. Saya cek jerebu ini apa, ternyata asap (kabut)," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8).

Jokowi pun sejak itu menginstruksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar turut menerjunkan personel mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Jokowi meminta anggota TNI-Polri dicopot jika lalai mengatasi karhutla.

[Gambas:Video CNN] (sah/wis)