Hal tersebut diungkapkan Komandan Satgas Karhutla Sumsel Kolonel Arhanud Sonny Septiono saat bertemu Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Barhakam) Polri Komisaris Jenderal Condro Kirono di Palembang, Selasa (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 36 lokasi kebakaran sudah dipasang police line, sedang dalam proses penyelidikan. Sebanyak 182 orang sudah dipanggil sebagai saksi. Hari ini sudah ditangkap 3 orang di OKI dan Muba, sudah jadi tersangka 1 orang. Penanganannya diserahkan ke Polres setempat," ungkap dia.
Hingga 11 Agustus 2019, 572 hektare lahan hangus terbakar di Sumsel. Yang terbanyak terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Iliri (OKI), Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu, serta Musi Rawas Utara.
Meskipun begitu, jumlahnya jauh lebih sedikit daripada yang terjadi di Riau yang sudah lebih dari 5.000 hektare.
Di tempat yang sama, Condro Kirono mengatakan pihaknya sempat melakukan pemantauan udara untuk wilayah kebakaran di sebagian Sumatera.
Untuk memberi efek jera, ia lebih mendorong agar Babinsa TNI, Bhabinkamtibmas Polri, dan aparat desa rajin berkeliling lingkungannya dan melakukan sosialisasi.
"Mobil patroli polsek polres itu harus dikasih branding 'Satgas Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan' supaya ada efek detterent-nya," ujar dia, yang merupakan Kapolda Riau pada 2013-2014 itu.
"Ditekankan bahwa pembakar hutan adalah pelaku tindak pidana, diancam dengan penjara dan denda. Sehingga semua orang sadar akan bahaya karhutla ini," imbuh Condro.
[Gambas:Video CNN] (idz/arh)