Hal ini menanggapi pernyataan Jokowi yang sebelumnya menyebut jabatan jaksa agung akan diisi oleh kalangan profesional. Surya tak ingin ikut campur terkait keputusan itu.
Pada periode pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, jaksa agung saat ini dijabat oleh M. Prasetyo. Dia merupakan mantan kader Partai NasDem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal sama juga dia ungkapkan terkait porsi menteri kabinet yang berasal dari profesional sebanyak 55 persen, sementara dari kalangan parpol 45 persen. Surya menyatakan akan mendukung segala keputusan Jokowi.
"Jaksa agung pasti bukan dari parpol," ujar Jokowi saat pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/8).
Namun Jokowi belum mau mengungkap siapa saja nama kandidat jaksa agung selanjutnya. Dia hanya menegaskan tidak memperhatikan suku, etnis, dan agama dalam memilih Jaksa Agung.
Beberapa waktu lalu, Surya Paloh mengatakan Prasetyo bukan jaksa agung pertama dari kalangan parpol. Dia menyinggung nama Baharuddin Lopa, politikus yang juga pernah menjadi jaksa agung.
"Harusnya, kenapa dikotomi? Kita bilang kita ingin maju, tapi kok mendikotomikan. (Kalau) Parpol tidak punya hak, yang lain punya hak, untuk apa negara ini dengan sistem demokrasi?" ucap Paloh kepada CNN Indonesia TV, Selasa (29/7).
[Gambas:Video CNN] (tst/pmg)