Jawaban Majelis Kehormatan Gerindra kepada Mulan di PN Jaksel

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 22:44 WIB
Jawaban Majelis Kehormatan Gerindra kepada Mulan di PN Jaksel Caleg Gerindra Mulan Jameela melayangkan gugatan atas parpolnya sendiri di PN Jakarta Selatan. (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Majelis Kehormatan Partai Gerindra Habiburokhman menjelaskan terkait kewenangan pihaknya saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan gugatan sejumlah calon anggota legislatif (caleg) Partai Gerindra, termasuk Mulan Jameela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (14/8).

Ia menerangkan Majelis Kehormatan Partai Gerindra tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan caleg terpilih. Kewenangan tersebut, katanya, berada di tangan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Kalau soal menetapkan caleg terpilih, Majelis Kehormatan merasa enggak ada kewenangan karena itu hak [Ketua] Dewan Pembina," kata Habiburokhman saat bersaksi di PN Jaksel pada Rabu (14/8).


Dia menerangkan, sembilan kader Gerindra yang mengajukan gugatan ke PN Jaksel ini sebelumnya telah menempuh jalur internal partai lewat sidang di Majelis Kehormatan Partai Gerindra.

Mereka menuntut ditunjuk sebagai caleg terpilih karena kontribusinya dan suara yang dirasa telah memenuhi syarat berbuah sebaliknya.

Namun, katanya, Majelis Kehormatan mempersilakan sembilan caleg tersebut untuk memperkarakannya ke pengadilan. Pasalnya, lagi-lagi tegas Habiburokhman, Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra merasa tidak memiliki kewenangan terkait hal tersebut.

"Tapi dipersilakan bagi yang keberatan tak terima, untuk membawa ke pengadilan, dan pengadilan yang memutus selanjutnya, apakah gugatan mereka dikabulkan atau tidak, hakim memutuskan," tuturnya.

Gugatan di PN Jaksel ini diajukan 14 kader Gerindra, termasuk Mulan Jameela, kepada kepada DPP dan Dewan Pembina Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo. Gugatan dimasukkan ke PN Jaksel terkait penetapan calon anggota legislatif terpilih dalam Pileg 2019.

Namun, lima orang mencabut gugatannya sehingga tersisa sembilan orang penggugat. Lima orang yang mencabut gugatan tersebut adalah Li Claudia Chandra, Bernas Yuniarta, Saraswati D Djojohadikusumo, Prasetyo Hadi, dan Seppalga.


[Gambas:Video CNN] (mts/kid)