Prabowo Sebut Gerindra-PPP Bahas Kerja Sama di Legislatif

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 02:02 WIB
Prabowo Sebut Gerindra-PPP Bahas Kerja Sama di Legislatif Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan pertemuannya dengan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa tak terkait Gerindra yang akan bergabung dengan koalisi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di 2019-2024.

Prabowo mengatakan pertemuan itu dilakukan sebagai salah satu bentuk komunikasi politik dan hanya untuk menyambung silaturahmi serta persahabatan kedua partai yang memang sempat berkoalisi pada Pilpres 2014.

Dia mengatakan persoalan teknis bergabung atau tidak bergabung dalam pemerintahan mesti dipisahkan. Apalagi menurutnya, hal itu merupakan hak prerogatif eksekutif.


"Kita pisahkan masalah teknis itu, masalah pemerintahan itu adalah hak prerogatif eksekutif," kata Prabowo di Kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis (15/8).


Lebih dari itu, dalam pertemuan Prabowo dan Suharso hanya mencari titik temu kerja sama politik di tingkat parlemen. Terkait gabung koalisi, kata Prabowo, itu urusan lain.

"Masih banyak di legislatif. Di MPR, di manapun. Itu yang kita sekarang (bahas). Itu (gabung koalisi pemerintah) nanti urusan lain," katanya.

Prabowo menyampaikan selama berdiskusi kurang lebih satu jam, keduanya lebih banyak membicarakan soal isu kenegaraan dan tantangan bangsa Indonesia ke depan. Prabowo mengatakan telah memberikan banyak masukan kepada Suharso soal pemikirannya di bidang ekonomi ke depan.

"Saya memberi pemikiran-pemikiran di bidang Ekonomi," kata Prabowo.

Saat disinggung kerja sama untuk berada di dalam paket yang sama dalam pencalonan pimpinan MPR RI, Prabowo enggan menjawab dan langsung masuk ke rumah.

Prabowo Sebut Gerindra-PPP Bahas Legislatif dan MPRKetua Umum Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (tengah) bertemu di Jakarta. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Sementara itu, Suharso mengatakan banyak mendapatkan masukan dari Prabowo saat keduanya bertemu. Masukan-masukan itu nantinya akan disampaikan partainya kepada pemerintahan saat ini.

"Ada sumbangan-sumbangan pemikiran yang luar biasa dari Pak Prabowo dan saya kira relevan untuk dipertimbangkan menjadi masukan pada pemerintah nasional hari ini," kata Suharso.

Lebih spesifik, Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan pertemuan PPP dengan Gerindra juga membahas persoalan peran Gerindra dan PPP di legislatif. Dia mengatakan Gerindra siap memainkan peran sebagai penyeimbang, sementara PPP sebagai pendukung pemerintahan.


Selain itu, pertemuan ini juga membahas bagaimana peluang PPP dan Gerindra berkoalisi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

"Tidak tertutup kemungkinan Gerindra dan PPP berkoalisi di beberapa daerah, karena kan kalau pilkada sangat tergantung dari local wisdomnya, local situationnya, itu kan," ujar Arsul.

Dalam pertemuan itu Prabowo sendiri didampingi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Fraksi Gerindra Edhy Prabowo, dan Sugiono. Sementara dari PPP, Suharso didampingi oleh Arsul Sani, Mardiono, dan Amir Uskara.

Prabowo sempat berceloteh soal keinginannya mengajak Mardiono bergabung dengan Gerindra. Lantaran Mardiono sendiri diakui Prabowo adalah kawan lamanya di Banten.

"Saya bujuk-bujuk beliau (Mardiono) untuk masuk Gerindra, gak boleh sama beliau (Suharso). Ini kawan lama saya juga di Banten," kata Prabowo.


[Gambas:Video CNN] (tst/pmg)