Prasetyo heran mengapa pernyataan Jokowi tersebut baru dipersoalkan oleh publik sekarang. Apalagi ia mengaku sudah nonaktif dari parpol, dalam hal ini Partai NasDem, sejak menjabat Jaksa Agung pada 2014.
"Ini kembali perlu dipertanyakan, kenapa baru sekarang dipersoalkan. Semua jaksa agung yang ada selama ini tentunya, bahkan anggota parpol, saya sendiri bahkan sudah dinonaktifkan dari parpol," kata Prasetyo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menyinggung parpol tertentu yang pernah merekrut seseorang untuk menduduki jabatan Jaksa Agung secara diam-diam.
Lebih jauh Prasetyo merasa selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara selama hampir lima tahun menjabat Jaksa Agung, bukan untuk kepentingan tertentu atau parpol. Bahkan, Prasetyo mengaku Jokowi tidak pernah menegur dan kecewa atas kinerjanya memimpin Korps Adhyaksa.
"Saya tidak pernah ditegur, tidak pernah ada kekecewaan presiden. Orang semua melihat apa yang saya lakukan, enggak ada masalah. Bahwa selama saya menjabat Jaksa Agung semua orang bisa melihat," kata dia.
"Jaksa agung pasti bukan dari parpol," ujar Jokowi saat pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/8).
Jokowi belum mau mengungkap nama kandidat jaksa agung selanjutnya. Jokowi hanya menegaskan bahwa dirinya tidak memperhatikan suku, etnis, dan agama dalam memilih Jaksa Agung.
[Gambas:Video CNN] (mts/osc)