Prasetyo soal Jaksa Agung Nonparpol: Kenapa Baru Dipersoalkan

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 14:26 WIB
Prasetyo soal Jaksa Agung Nonparpol: Kenapa Baru Dipersoalkan Jaksa Agung HM Prasetyo. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa Agung HM Prasetyo angkat bicara menyikapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa jabatan Jaksa Agung di periode pemerintahan 2019-2024 bukan berasal dari partai politik (parpol).

Prasetyo heran mengapa pernyataan Jokowi tersebut baru dipersoalkan oleh publik sekarang. Apalagi ia mengaku sudah nonaktif dari parpol, dalam hal ini Partai NasDem, sejak menjabat Jaksa Agung pada 2014.

"Ini kembali perlu dipertanyakan, kenapa baru sekarang dipersoalkan. Semua jaksa agung yang ada selama ini tentunya, bahkan anggota parpol, saya sendiri bahkan sudah dinonaktifkan dari parpol," kata Prasetyo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (16/8).


Prasetyo mengakui bahwa dirinya pernah berada di parpol. Namun, setelah ditunjuk menjadi Jaksa Agung, dia sudah keluar dari NasDem.
Eks anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem itu kemudian menjelaskan, latar belakang seharusnya tidak menjadi masalah selama seorang yang dipilih menjadi Jaksa Agung dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Ia pun menyinggung parpol tertentu yang pernah merekrut seseorang untuk menduduki jabatan Jaksa Agung secara diam-diam.

"Selama ini kita tidak tahu kalau Jaksa Agung sebelumnya kan. Ada juga mungkin yang diam-diam direkrut oleh parpol tertentu," kata Prasetyo.

Lebih jauh Prasetyo merasa selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara selama hampir lima tahun menjabat Jaksa Agung, bukan untuk kepentingan tertentu atau parpol. Bahkan, Prasetyo mengaku Jokowi tidak pernah menegur dan kecewa atas kinerjanya memimpin Korps Adhyaksa.

"Saya tidak pernah ditegur, tidak pernah ada kekecewaan presiden. Orang semua melihat apa yang saya lakukan, enggak ada masalah. Bahwa selama saya menjabat Jaksa Agung semua orang bisa melihat," kata dia.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa Jaksa Agung di periode pemerintahan 2019-2024 tidak akan berasal dari kalangan parpol.

"Jaksa agung pasti bukan dari parpol," ujar Jokowi saat pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/8).

Jokowi belum mau mengungkap nama kandidat jaksa agung selanjutnya. Jokowi hanya menegaskan bahwa dirinya tidak memperhatikan suku, etnis, dan agama dalam memilih Jaksa Agung.

[Gambas:Video CNN] (mts/osc)