Hal ini dikatakan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi kalau kita lihat citra satelit dari Himawari [-8 Rainfall Potential] saat ini di atas Kepulauan Indonesia itu bersih, tidak terlihat awan," sambungnya.
"Sehingga, kami [BMKG] masih berharap untuk kondisi yang mikro ini kalau ada sedikit awan yang bisa dijadikan hujan disemprot, disemai, dijadikan hujan buatan. Kami koordinasikan dengan BPPT, BNPB, dan bersama dengan TNI," terang dia.
Dwikorita menambahkan modifikasi cuaca dengan hujan buatan sedianya diprioritaskan untuk sentra pangan pertanian. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi gagal panen.
Lihat juga:Polisi Tetapkan 87 Tersangka Karhutla |
Sebelumnya, BMKG memperkirakan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Oktober, dengan puncak di awal 2020.
Karhutla, dan sejumlah titik panas, sendiri masih menyala di beberapa wilayah, seperti Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.
[Gambas:Video CNN] (ryn/arh)