Mereka adalah bagian dari 265 Pasukan Nanggala yang diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor Portugis (kini Republik Demoraktik Timor Leste), pada 9 Desember 1975. Saat itu pasukan dipimpin Letkon Infantri Sugito, sekarang Letnan Jenderal (Purn) Sugito.
"Dulu mereka bertempur mempertaruhkan nyawa karena kecintaan dan kesetiaan mereka terhadap merah putih, NKRI, dan Pancasila," kata pembawa acara Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, lewat pengeras suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hariyo merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut 1997. Saat ini Hariyo menjabat sebagai Kepala Departemen Strategi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).
Jokowi memasuki lapangan upacara bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Mufidah Kalla. Mereka berempat datang menggunakan mobil kepresidenan yang masuk dari pintu Istana Merdeka, Jalan Meda Merdeka Utara.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menolak berkomentar atas penghormatan tersebut.
"Duh pertanyaannya sulit-sulit sih, aku kayak lagi ujian,"ujarPratikno selepas upacara. (fra/agt)