Pasukan Operasi Seroja Dapat Penghormatan di HUT RI ke-74

CNN Indonesia | Minggu, 18/08/2019 00:57 WIB
Pasukan Operasi Seroja Dapat Penghormatan di HUT RI ke-74 Peringatan HUT RI ke-74 di Istana. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 55 prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Nanggala, Grup 1 Komando Pasukan Sandi Yuhda (kini Komando Pasukan Khusus) mendapat penghormatan dari negara. Penghormatan dilakukan di sela-sela Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/9).

Mereka adalah bagian dari 265 Pasukan Nanggala yang diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor Portugis (kini Republik Demoraktik Timor Leste), pada 9 Desember 1975. Saat itu pasukan dipimpin Letkon Infantri Sugito, sekarang Letnan Jenderal (Purn) Sugito.

"Dulu mereka bertempur mempertaruhkan nyawa karena kecintaan dan kesetiaan mereka terhadap merah putih, NKRI, dan Pancasila," kata pembawa acara Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, lewat pengeras suara.


Para pasukan Nanggala itu berdiri di sayap kiri Istana Merdeka. Pembawa acara lantas meminta tamu undangan berdiri sejenak untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah berjuang.

"Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang, seperti mereka, saya mengundang kita semua untuk bangkit berdiri dan memberikan applause yang paling meriah," ujarnya. Tamu undangan lantas diminta untuk duduk kembali.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo yang menjadi komandan upacara.

Hariyo merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut 1997. Saat ini Hariyo menjabat sebagai Kepala Departemen Strategi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).

Jokowi memasuki lapangan upacara bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Mufidah Kalla. Mereka berempat datang menggunakan mobil kepresidenan yang masuk dari pintu Istana Merdeka, Jalan Meda Merdeka Utara.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno  dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menolak berkomentar atas penghormatan tersebut.

"Duh pertanyaannya sulit-sulit sih, aku kayak lagi ujian,"ujarPratikno selepas upacara.
(fra/agt)