Sofyan menjadi sorotan setelah mengancam akan memulangkan mahasiswa Papua di Malang yang berbuat rusuh.
Tjahjo mengatakan pemanggilan terhadap Sofyan baru akan dilakukan setelah kerusuhan di sejumlah daerah seperti di Jayapura dan Manokwari mereda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemanggilan sekaligus ditujukan untuk Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen yang menyebut 'Papua Tanah Kedua Israel'. Rekaman video berisi pernyataan itu viral di dunia maya.
Meski begitu Tjahjo belum bisa memastikan apakah akan mempertemukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Wali Kota Malang, dan Sekda Papua dalam satu ruangan.
Politikus PDI Perjuangan itu kembali menegaskan harus menunggu situasi tenang terlebih dahulu.
"Ya tunggu dulu setelah situasi membaik karena apapun kepala daerah sebagai kepala wilayah harus bertanggung jawab ada di daerahnya," kata dia.
Untuk saat ini, menurut dia, permintaan maaf dari Gubernur Jawa Timur telah mewakili pemerintah dan masyarakat.
"Kami belum melakukan rencana pemanggilan. Tapi Ibu Khofifah sudah menyampaikan maaf walaupun itu bukan mewakili pemerintah maupun masyarakat," kata Tjahjo.
"Saya akan segera laporkan ke Pak Presiden hasil koordinasi ini. Paling tidak akan ada Gubernur Papua, Papua Barat, kemudian Jawa Timur. Khusus juga untuk Makassar, Sulawesi Selatan, dan Semarang, Jawa Tengah," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (tst/wis)