Pantun Bestari untuk Anies Bikin Gaduh Paripurna DPRD DKI

CNN Indonesia | Senin, 19/08/2019 18:45 WIB
Sidang Paripurna DPRD DKI mendadak riuh ketika Bestari Barus membacakan pantun yang dia buat khusus untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (19/8). Sidang Paripurna DPRD DKI mendadak riuh ketika Bestari Barus membacakan pantun yang dia buat khusus untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (19/8). (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta mendadak riuh ketika Bestari Barus membacakan pantun yang dia buat khusus untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (19/8).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta hari ini menggelar sidang paripurna mengenai pandangan umum DPRD mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI Jakarta 2019.

Bestari Barus membacakan pantunnya saat maju mewakili Fraksi NasDem untuk menyampaikan pandangan fraksinya. Pantun untuk Anies itu dibacakan Bestari sebagai penutup pernyataannya.

Diketahui beberapa waktu terakhir, Anies dan Bestari sempat berselisih paham mengenai panitia khusus (pansus) pemilihan wakil gubernur DKI.


Pembacaan pantun itu pun kontan mendapat sorakan dari para hadirin yang ada di ruang paripurna. Seisi ruang pun mendadak riuh.

"Lajulah laju perahu laju,
Laju menuju Merdeka Selatan
Janganlah Ragu wahai wargaku,
Di sana ada Anies Baswedan," ujar Bestari di Ruang Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (19/8).

Lalu, pantun kedua Bestari ditujukan kepada Sekretaris Daerah DKI Saefullah.

"Jalan-jalan ke Balai Kota
Gedungnya megah juga Mewah
Jangan malu untuk bertanya
Di sana ada Bang Saefullah," lanjut Bestari sambil disambut riuh para undangan yang hadir.

Sebelumnya dalam pandangan umum yang dibacakan Bestari, NasDem mengapresiasi langkah Anies dalam menerapkan kebijakan ganjil genap. Namun, dalam pernyatannya, NasDem meminta agar Anies memperhatikan dampak ekonomi masyarakat dalam kebijakan tersebut.

"Kami mengapresiasi langkah-langkah Anies mengenai ganjil genap. Meminta untuk memperhatikan dampak ekonomi," ujar Bestari.

Bestari juga meminta agar Anies meniru kota London dalam menerapkan 'Low Emission Zone'. Kebijakan ini diyakini Bestari sebagai jawaban atas masalah polusi udara di Jakarta.

"Low emission zone seperti Kota London mungkin bisa diterapkan di Jakarta," tutup dia.

Diketahui sebelumnya, Anies sempat menyindir Bestari yang merupakan anggota Pansus karena pemilihan Wakil Gubernur DKI yang tak kunjung selesai. Sindiran itu dijawab Bestari dengan menyatakan tugas Pansus sudah selesai.
[Gambas:Video CNN] (ctr/gil)