Kapolres Sorong Kota AKBP Mario Christy P Siregar mengatakan tembakan gas air mata itu dilakukan untuk menghalau dan melakukan penyekatan terhadap massa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai aksi pelemparan itu, polisi telah mengimbau masyarakat untuk membubarkan diri. Namun, kata Mario, massa justru masih melempari aparat dengan batu.
"Masih terkendali kita masih melakukan penyekatan supaya mereka tidak liar ke mana-mana," ucap Mario.
Sebelumnya, berdasarkan laporan Jurnalis Transmedia, Jersy Allen, situasi memanas lagi sesaat ketika Wali Kota Sorong Lambert Jitmau menemui massa yang berkumpul di depan kantornya, Selasa (20/8) siang.
Untuk membubarkan massa, polisi terpantau sempat melontarkan gas air mata. Massa tersebut kemudian berpencar.
[Gambas:Video CNN] (dis/arh)