Wali Kota Sorong Dilempari Batu, Massa Disekat Polisi

CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 15:02 WIB
Wali Kota Sorong Dilempari Batu, Massa Disekat Polisi Situasi Kota Sorong usai demo ricuh terkait pengepungan asrama Papua di Surabaya. (Transmedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi sempat menembakkan gas air mata dan menyekat massa setelah pertemuan dengan Wali Kota Sorong, Papua Barat, berubah jadi kericuhan.

Kapolres Sorong Kota AKBP Mario Christy P Siregar mengatakan tembakan gas air mata itu dilakukan untuk menghalau dan melakukan penyekatan terhadap massa.

"Iya kita menghalau gas air mata kan kita mengevakuasi pak wali kota kita menyekat supaya mereka tidak ke mana-mana itu aja," kata Mario kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/9).


Disampaikan Mario, tembakan gas air mata itu dilakukan pasca-aksi pelemparan terhadap Wali Kota Sorong.

Usai aksi pelemparan itu, polisi telah mengimbau masyarakat untuk membubarkan diri. Namun, kata Mario, massa justru masih melempari aparat dengan batu.

Lebih lanjut, Mario menuturkan saat ini situasi masih terkendali. Meski begitu, upaya penyekatan terhadap massa masih terus dilakukan.

"Masih terkendali kita masih melakukan penyekatan supaya mereka tidak liar ke mana-mana," ucap Mario.

Sebelumnya, berdasarkan laporan Jurnalis Transmedia, Jersy Allen, situasi memanas lagi sesaat ketika Wali Kota Sorong Lambert Jitmau menemui massa yang berkumpul di depan kantornya, Selasa (20/8) siang.

Saat itu, Wali Kota Sorong Lambert Jitmau akan menyampaikan orasi. Namun, massa tiba-tiba bubar meninggalkan halaman kantor Wali Kota Sorong. Tanpa alasan jelas, ada sebagian massa yang melempari ke arah kantor wali kota.

Untuk membubarkan massa, polisi terpantau sempat melontarkan gas air mata. Massa tersebut kemudian berpencar.

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)