Polisi Duga Ada Penyusup Bikin Aksi Massa di Timika Ricuh

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 16:50 WIB
Polda Papua masih mendalami kemungkinan ada kelompok yang menyusup ke tengah massa dan membuat ricuh di akhir aksi protes di Timika, Papua, hari ini. Warga melakukan aksi dengan pengawalan prajurut TNI di Bundaran Timika Indah, Mimika, Papua, Rabu (21/8). (ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Papua masih melakukan penyelidikan terhadap kericuhan yang terjadi saat aksi damai yang berlangsung di depan Gedung DPRD Mimika di Jalan Cendarawasih, Kota Timika, Papua, Rabu (21/8). Polisi menduga kericuhan itu terjadi karena ada yang menyusupi jalannya aksi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan dugaan tersebut lantaran aksi yang dilakukan massa berjumlah sekitar 800 hingga seribu orang itu awalnya berjalan damai. Bahkan, doa untuk menutup aksi juga telah dilakukan.

Namun jelang doa selesai, justru terjadi pelemparan batu ke arah pintu masuk Gedung DPRD. Situasi tegang sempat terjadi kurang lebih 30 menit.


"Kok terjadi orang atau kelompok yang sengaja bikin kisruh yang ada di Timika. Barang tentu ini menjadi catatan kecil bagi kami. Tentu ada orang ingin melakukan kebaikan tapi di sisi lain ada satu dua orang melakukan kejahatan terencana di proses orasi yang ada di Timika," ujar Kamal saat dihubungi CNNIndonesia.com.


Kamal mengatakan pihaknya masih menyelidiki lebih jauh soal kemungkinan aksi itu sudah disusupi. Mengingat aksi sebelumnya berjalan lancar, namun tiba-tiba ricuh.

"Masih kita dalami siapa yang sengaja datang memancing provokasi terhadap situasi yang berjalan dengan baik karena sudah dilakukan doa kok terjadi pelemparan," ujarnya.

"Jadi awal kita negosiasi, disepakati oleh korlap-korlap di sana, kan jumlah sekitar tujuh ratus sampai seribu ini kan bukan jumlah yang kecil, tentu ini yang kita sayangkan," tuturnya.

Meski demikian, kata Kamal, kondisi di Timika sudah kondusif. 

Sebelumnya sejumlah aksi terjadi di beberapa lokasi di Papua seperti Merauke, Nabire, Biak, dan Biafen. Namun saat ini polisi menyebut situasi sudah berlangsung kondusif.


[Gambas:Video CNN] (gst/osc)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK