Wiranto Terbang ke Papua untuk Pastikan Keamanan

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 18:45 WIB
Wiranto Terbang ke Papua untuk Pastikan Keamanan Menkopolhukam Wiranto bertolak menuju Papua untuk memantau kondisi terkini setelah aksi protes terjadi sejak Senin (19/8) (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto bertolak menuju Papua untuk memantau kondisi terkini. Dia akan berangkat pada Rabu malam (21/8).

"Berangkat," ujar Wiranto saat dikonfirmasi oleh pewarta soal rencana ke Papua, Rabu (21/8).

Wiranto mengklaim persoalan di Papua dan Papua Barat sebenarnya sudah selesai. Sejumlah pihak pun telah mengucapkan permohonan maaf.


Dia menilai sejumlah aksi protes di Papua dan Papua Barat terjadi akibat kesalahpahaman.

"Sudah ada minta maaf, tinggal diterima maafnya, sampaikan kepada masyarakat kita kembali bersatu sebagai bangsa," ujar Wiranto.
Meski begitu, Wiranto merasa belum cukup. Dia tetap ingin bertolak ke bumi cenderawasih usai aksi protes terjadi sejak Senin lalu (19/8).

Wiranto mengaku ingin menciptakan kedamaian dan mengobarkan rasa empati di Papua dan Papua Barat. Ia ingin persatuan di bumi Cendrawasih tercipta kembali demi kepentingan bangsa.

Wiranto juga menyatakan bahwa konflik horizontal tentu merugikan banyak pihak. Oleh karena itu, ia meminta seluruh lapisan masyarakat agar kembali menjaga persatuan yang sejak lama telah tercipta di Indonesia.

"Sudah waktunya kita ini sekarang menyatukan bangsa kita. Saya ke sana juga bukan ngompori, tapi justru kita mencoba merayu, merangkul kita sama-sama hidup dalam NKRI ini," ujarnya.
Aksi protes terjadi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat sejak Senin (19/8). Mereka tidak terima ketika mahasiswa asal Papua mendapat perlakuan kurang mengenakkan di Surabaya dan Malang, Jawa Timur pada Jumat (16/8).

Aksi turun ke jalan lalu dilakukan. Masyarakat Manokwari, Sorong, dan Jayapura melancarkan aksi protes. Sejumlah mobil dan bangunan rusak.

Gelombang aksi protes belum sepenuhnya berhenti. Masyarakat Mimika dan Fakfak masih berunjuk rasa pada Rabu (21/8).

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengamini bahwa sejumlah aksi protes di Papua merupakan buntut peristiwa di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Itu diperparah oleh hoaks yang beredar di media sosial.
"Kita sudah tahu bahwa hari ini ada kejadian di Manokwari. Ada aksi anarkis dan juga ada pemukulan massa. Ini dipicu karena kejadian di Jatim khususnya di Surabaya dan Malamg. Ini tentu kita sesalkan," kata Tito, saat ditemui RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (19/8).

Sejumlah elemen masyarakat meminta aparat menindak tegas oknum yang melontarkan pernyataan rasialis kepada mahasiswa Papua di Surabaya. Menurut mereka, itu perlu dilakukan agar tidak ada lagi kejadian serupa.

Presiden Joko Widodo sudah angkat suara. Dia meminta masyarakat Papua dan Papua Barat untuk memaafkan apa yang terjadi dan tenang kembali

"Jadi, saudara-saudaraku, Pakce Mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu sebagai saudara sebangsa setanah air, yang paling baik memaafkan. Emosi itu boleh tapi memaafkan itu lebih baik. Sabar itu juga lebih baik," kata Jokowi pada Senin lalu (19/8)
[Gambas:Video CNN] (jps/gil)