KNPB Pertanyakan Alasan Polisi Menangkap Anggotanya di Mimika

CNN Indonesia | Sabtu, 24/08/2019 05:24 WIB
KNPB Pertanyakan Alasan Polisi Menangkap Anggotanya di Mimika Ketua KNPB Agus Kossay minta penjelasan Polres Mimika mengapa anggotanya ditangkap hanya karena berunjuk rasa (ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Agus Kossay mempertanyakan langkah Polres Mimika yang menetapkan beberapa anggotanya sebagai tersangka terkait kericuhan yang terjadi di halaman gedung DPRD Mimika, Timika, Papua pada Rabu (21/8). Dia ingin kejelasan karena aksi tak hanya dilakukan oleh KNPB.

Polres Mimika telah menetapkan 34 orang tersangka, dan 13 orang diantaranya diduga anggota KNPB.

"Apa alasannya dan dasar menjadikan tersangka disana apa? Kasusnya apa? KNPB yang terlibat untuk perusakan atau aksi itu diinisiasi oleh siapa? Kapolres [Mimika] harus menjelaslan dulu," kata Agus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (23/8).


Agus menekankan bahwa aksi tak hanya dilakukan oleh organisasi KNPB. Ada berbagai elemen masyarakat sipil Papua yang ikut dalam aksi.
Mereka, kata dia, sengaja dilakukan guna menyikapi insiden ujaran bernada rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

"Jadi enggak ada satu organisasi yang mendominasi di aksi kemarin. Itu dari berbagai organisasi. Jadi KNPB bagian dari rakyat Papua dan ikut terlibat dalam proses itu," katanya.

Agus lalu mengklarifikasi terkait kabar 13 anggota KNPB ditangkap oleh pihak kepolisian usai aksi tersebut. Ia mengatakan hanya tujuh orang anggotanya yang kini sedang ditahan di Mapolres Mimika.

"Lalu menurut laporan teman-tema ada 36 semua, dari kita anggota KNPB itu [yang ditahan] ada 7. Tapi dalam media yang di sebut Kapolres Timika ada 13 [anggota KNPB yang ditahan]. Itu pernyataan keliru. Karena aksi itu bukan KNPB yang inisiasi," tambahnya.
Agus tak menampik dalam aksi tersebut ada aksi pengibaran Bendera Bintang Kejora oleh para peserta aksi. Sebelumnnya, Polisi menemukan Bendera Bintang Kejora pada aksi tersebut. Bahkan sempat dikibarkan oleh massa yang menggelar aksi.

Meski demikian, Agus mengklaim atribut Bintang Kejora tak hanya dipakai oleh KNPB, melainkan juga dipakai oleh semua orang Papua yang terlibat dalam aksi. Atribut sengaja digunakan secara spontan.

Agus mengatakan atribut dipakai karena masyarakat setempat merasa ada ketidakadilan. Dengan memakai atribut itu, lanjutnya, masyarakat ingin menyuarakan apa yang selama ini dirasakan.
"Saya pikir atribut Free West Papua dan lain itu bukan hanya dipakai oleh orang-orang KNPB, tapi semua orang papua yang turun dimana-mana yang kasih kibar bendera. Itu yang emosional spontan dilakukan. Itu yang jadi kerinduan orang Papua hari ini. Jadi enggak bisa Kapolres menutupi dengan hal yang sepele begitu," kata dia.

Sebelumnya, Polres Mimika dibantu TNI mengamankan 45 orang pelaku kericuhan dalam unjuk rasa di halaman gedung DPRD Mimika, Papua, Rabu (21/8). Sebanyak 34 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan 13 di antaranya disebut sebagai pendukung kemerdekaan Papua.

(rzr/bmw)