Karhutla Picu Jarak Pandang di Pekanbaru Menjadi 1,5 KM

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 24/08/2019 14:14 WIB
Karhutla Picu Jarak Pandang di Pekanbaru Menjadi 1,5 KM Ilustrasi. Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. (Foto: CNN Indonesia/Hafidz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Pekanbaru berpengaruh pada jarak pandang menjadi 1,5 kilometer. Kendati demikian, Executive General Manager Bandara SSK II, Yogi Prasetyo mengatakan kondisi jarak pandang dianggap belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarik Kasim II (SSK II) Pekanbaru.

Staf analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Nia Fadhila mengatakan asap yang menyelimuti Pekanbaru merupakan kiriman dari kabupaten Pelalawan.

"Pada pukul delapan pagi jarak pandang di Pekanbaru 1.500 meter atau 1,5 kilometer, dari kondisi pagi hari sekitar 2 kilometer. Jadi jarak pandang memburuk," kata Nia seperti dilansir Antara.


Nia mengatakan pihaknya tidak mendeteksi titik panas (hotspot) di sekitar Pekanbaru. Sementara itu di Kabupaten Pelalawan hingga Sabtu (24/8) pagi terdeteksi ada 102 titik api.

Pelalawan sendiri berjarak 137 kilometer dari Pekanbaru. Kondisi kabut asap di Pekanbaru semakin diperkuat dengan posisi Pelalawan di sisi selatan dan angin berhembus dari arah tenggara ke barat daya.

Pantauan satelit BMKG dari stasiun Pekanbaru hingga Sabtu pukul 06.00 WIb mencatat ada 584 titik api yang jadi indikasi awal karhutla di Sumatera. Riau tercatat memiliki sumber api terbanyak yakni 272 titik, disusul Jambi dan Sumatera Selatan dengan 128 dan 99 titik api.

Jika dirinci, lokasi paling banyak terdapat titik api di Riau yakni di Pelalawan dengan 76 titik. Disusul Indragiri Hulu dengan 60 titik dan Bengkalis 29 titik.

"Asap dari provinsi tetangga ada peluang mencapai Riau tapi karena jaraknya jauh tidak begitu terasa, sedangkan di Riau sendiri banyak terdeteksi titik panas," jelas Nia.

[Gambas:Video CNN] (evn/evn)