Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, hadir sejumlah menteri di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasutian, Menko PMK Puan Maharani, Menteri KLHK Siti Nurbaya, Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala LAPAN Thomas Djamaludin, hingga Kepala BRG Nazir Foead. Hadir pula perwakilan Kementerian Luar Negeri hingga Polri dan TNI.
Wiranto mengatakan rakorsus kali ini akan membahas tentang cara pengendalian dan pencegahan karhutla karena seluruh wilayah di Indonesia memiliki potensi karhutla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut di desa Pulau Semambu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. (ANTARA FOTO/Ahmad Rizki Prabu) |
"Dengan demikian yang kita rapatkan kali ini adalah bukan apa yang sudah kita lakukan saja untuk mencegah dan penanggulangan, tetapi terutama apa yang kita hadapi saat ini dan apa yang kira-kira kita hadapi ke depan dan apa yang sudah kita siapkan," ujarnya.
Berdasarkan temuan itu, ia meminta semua pihak lebih fokus menindak manusia yang menyebabkan karhutla.
"Terakhir kesimpulan kita apa yang harus segera kita lakukan agar penanggulangan karhutla ini efektif, artinya goa-lnya maka pada saat kemarau panjang itu titik api mudah-mudahan nol, tapi ya tidak mungkin," ujar mantan Panglima ABRI ini.
"Mudah-mudahan dapat kita eliminasi seminimal mungkin, sesedikit mungkin," ujar Wiranto.
"Kemudian jumlah yang terbakar sesuai pantauan satelit hingga 31 Juli, jadi kami belum bsa dapatkan akses sampai tanggal sekarang karena secara periodik per bulan pak itu jumlah terbakar 135 ribu hektar," ujar Doni.
[Gambas:Video CNN] (jps/osc)
