TNI Skorsing Danramil Tambaksari Imbas Insiden Asrama Papua

CNN Indonesia | Minggu, 25/08/2019 15:20 WIB
TNI Skorsing Danramil Tambaksari Imbas Insiden Asrama Papua Suasana pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jalan Kalasan 10, Sabtu (17/8). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia -- Kodam V/Brawijaya menskors lima anggotanya imbas insiden di Asrama Mahasiswa Papua, Jumat (16/8) lalu. Salah satu yang diskorsing adalah Danramil 0831/02 Tambaksari Mayor Inf N.H. Irianto.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya Letkol Arm Imam Haryadi mengatakan skrosing atau penonaktifan Danramil Tambaksari, dilakukan untuk kepentingan penyidikan insiden tersebut.

"Iya, diskorsing dari jabatannya, jadi sementara dibebastugaskan, dinonaktifkan, jadi dalam rangka mempermudah penyidikan, kemudian juga mempertimbangkan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Imam, kepada CNNIndonesia.com, Minggu (25/8).


Sanksi berupa skorsing dijatuhkan lantaran lima anggota TNI tersebut diduga telah melakukan pelanggaran kedisiplinan. Imam mengatakan mereka diduga bertindak secara emosional di depan Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya. Hal itu disebutnya terekam dalam video yang beredar.

Kata Imam, sikap seperti itu tak semestinya dilakukan. Dia meneyebut aparat harus mengedepankan cara komunikasi yang baik dan persuasif jika menemukan permasalaha di lapangan.

"Yang jelas sudah keliatan dalam video tersebut, dia tidak menampilkan jati diri seorang aparat, dia marah-marah, dan makian-makian, itu tidak boleh, sementara perintah kita kan jelas, dimetode kami kan jelas komunikasi sosial," kata Imam.

Insiden di Asrama Mahasiswa Papua terjadi Jumat, 16 Agustus lalu. Saat itu aparat dan sejumlah ormas mengepung Asrama Mahasiswa Papua. Ada dugaan dalam pengepungan itu terjadi tindakan rasialis terhadap mahasiswa Papua.

Dugaan tindakan rasialis itu kemudian memicu protes masyarakat di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat. Di Manokwari, Sorong, Jayapura, Fakfak, protes massa berujung kerusuhan.

Imam sendiri membantah skorsing dan penyidikan terhadap lima anggota TNI terkait dengan dugaan ujaran bernada rasial di Asrama Mahasiswa Surabaya.

Soal kasus rasialis itu, Imam menyebut kasusnya tengah didalami oleh kepolisian.

"Oh tidak, kalau ujaran rasisme, rasial itu, video tersebut, itu kita serahkan prosesnya di Polda. Posisi saat itu kan sangat ramai, asal suara itu kan tidak jelas, tidak serta merta kita menyalahkan si ini, nanti penyidikan tersebut kita percayakan ke kepolisian," ujarnya.

Sementara itu soal lama skorsing iniImam belum bisa memastikan. Dia mengatakan durasi skorsing tergantung proses penyidikan oleh Pomdam V/Brawijaya.

"Penyelidikan sudah selesai, berkas penyelidikan sudah masuk, saat ini pada tingkat penyidikan, di internal Pomdam V/Brawijaya. (Skorsing) tunggu kelengkapan penyidikan dan persidangan di pengadilan militer," katanya. 

[Gambas:Video CNN] (frd/wis)