PPP Yakin Jokowi Tak Akan Respons Tuntutan soal Pansel KPK

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 27/08/2019 01:44 WIB
PPP Yakin Jokowi Tak Akan Respons Tuntutan soal Pansel KPK Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani yakin Jokowi tak akan respons tuntutan soal Pansel Capim KPK. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani meyakini Presiden Joko Widodo tak akan merespons tuntutan Koalisi Kawal Capim KPK terkait panitia seleksi calon pimpinan KPK (Pansel Capim KPK). Pasalnya, tuntutan muncul saat proses seleksi telah berjalan.

"Kalau mereka [koalisi masyarakat sipil] baru ribut sekarang, minta tiga anggota pansel dievaluasi hanya karena menganggap ada conflict of interest dengan capim tertentu, ya, enggak akan direspons lah oleh Presiden," ujar Arsul saat dihubungi wartawan, Senin (26/8).

Sebagaimana diketahui, Koalisi Kawal Capim KPK menuding adanya konflik kepentingan antara anggota pansel dengan sejumlah capim tertentu.

Arsul mengatakan, akan lebih pas jika tuntutan atau keluhan tersebut disampaikan sebelum Pansel Capim KPK bekerja. "Pada tahap ini, mestinya [masyarakat] mendorong agar proses seleksi harus dibuat setransparan mungkin," kata Arsul.

Sebelumnya, Koalisi Kawal Capim KPK telah dua kali melayangkan surat yang ditujukan untuk Jokowi terkait seleksi pimpinan lembaga antirasuah tersebut.

Dalam surat, koalisi mendesak Jokowi dan Pansel untuk menelusuri dugaan konflik kepentingan tiga anggota pansel. Ketiga anggota tersebut di antaranya Indriyanto Seno Adji, Hendardi, serta Ketua Pansel Yenti Garnasih.

Diketahui, Hendardi dan Indriyanto Seno Adji merupakan penasihat ahli Kepolisian RI. Sementara Yenti Garnasih diketahui sebagai tenaga ahli Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian Bareskrim Polri, BNN, dan Kemenkumham.

[Gambas:Video CNN]


(rzr/asr)