Desain Tata Ruang Ibu Kota Baru Ditargetkan Rampung 2020

CNN Indonesia | Rabu, 28/08/2019 10:04 WIB
Desain Tata Ruang Ibu Kota Baru Ditargetkan Rampung 2020 Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) saat ini masih menyiapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang akan digunakan untuk membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jendral Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Abdul Kamarzuki menyatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang akan digunakan untuk membangun Ibu Kota Baru di Kawasan Kalimantan Timur.

RDTR ini kata Abdul ditargetkan akan selesai pada 2020 mendatang.

"Kami sedang siapkan RDTR-nya. Target tahun depan sudah selesai," kata Abdul kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (29/8).

RDTR ini kata Abdul akan disiapkan secara menyeluruh untuk kawasan ibu kota baru. Namun yang sedang disiapkan olehnya saat ini dan mesti selesai pada 2020 adalah RDTR untuk kawasan inti dari pembangunan ibu kota baru.


Pembangunan ibu kota baru nantinya akan dilakukan bertahap, tak langsung menggarap seluas 180 ribu hektare.

"RDTR tentu akan disiapkan untuk seluruh wilayah ibu kota negara, tahap awal (yang sedang dikerjakan) kawasan intinya dulu," kata dia.

Lebih lanjut, Abdul juga menyebut dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur ini dipastikan tak akan merusak kawasan hutan yang memang sudah ada di wilayah itu.

Kemungkinan besar kata dia, konsep ibu kota baru di Kalimantan Timur ini adalah Forest City.

"Konsepnya bisa forest city, yang pasti kita akan mempertahankan fungsi kawasan hutannya," kata dia.

Sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara resmi menjadi dua kabupaten yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai ibu kota baru pengganti Jakarta.

Penunjukan dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur ini diumumkan Presiden pada awal pekan ini, tepatnya Senin (27/8). Jokowi pun mengaku telah menyiapkan lahan seluas 180 ribu hektare untuk pembangunan ibu kota pengganti Jakarta.
[Gambas:Video CNN] (tst/gil)