Itu ia katakan untuk merespons tuntutan koalisi masyarakat sipil yang menyebut 20 nama Capim KPK yang masih bertahan dalam proses seleksi tidak punya integritas sebagai pimpinan lembaga antirasuah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Fadli menilai seleksi Capim KPK sejak awal memiliki tendensi tak semua orang bisa berpartisipasi dan dipilih sebagai kandidat pimpinan KPK.
"Bukan yang punya agenda politik dan agenda korupsi ini. Makanya Saya kira ini yang harus diperhatikan nantinya ketika kita memilih. Mudah-mudahan dari sekian itu ada yang memenuhi kriteria untuk mempunyai akseptabiltas di masyarakat," kata dia.
Selain itu, Fadli turut menekankan agar Pansel tak mengistimewakan kandidat yang memiliki latar belakang dari institusi tertentu untuk duduk sebagai Capim KPK.
Menurutnya, Pansel harus memperhatikan latar belakang institusi dari para Capim agar terjadi keseimbangan dalam satu sama lain dalam bekerja.
Tak hanya itu, Fadli turut menekankan agar Jokowi bisa melakukan intervensi terhadap proses seleksi Capim KPK. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Jokowi tetap berkomitmen dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Ya saya kira kadang-kadang beliau ini mengintervensi apa yang tidak perlu diintervensi, dan tidak mengintervensi apa yang perlu di intervensi gitu kan," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)