Pengamanan wilayah tersebut, kata Tito, agar tak muncul spekulan tanah yang berujung pada konflik perebutan lahan di wilayah Kalimantan Timur yang sudah ditunjuk sebagai kawasan ibu kota baru.
"Kami akan mengamankan daerah itu yang sudah ditunjuk. Kami amankan supaya tidak terjadi spekulan-spekulan yang kemudian berkompetisi menimbulkan konflik," kata Tito di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menjaga situasi wilayah, masyarakat sana juga agar mereka welcome dan tidak menimbulkan konflik resistensi," katanya.
"Polri juga pasti akan membuat desain kantor dan asrama sesuai dengan grand design. Karena ini desain gak bisa dibuat dengan cara sendiri," kata Tito.
"Kami akan sesuaikan tapi teknis apa yang diperlukan untuk satuan mana, tentu akan koordinasikan," jelasnya.
Pada 26 Agustus lalu, Presiden RI Jokowi telah mengumumkan lokasi baru ibu kota RI yakni sebagian wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Proses pemindahan secara resmi ditargetkan terjadi pada 2024.