Ia menekankan aparat keamanan yang diterjunkan untuk mengurai demo itu harus mengedepankan pendekatan persuasif ketimbang represif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusuhan di Deiyai kemarin menambah daftar daerah di Papua yang dilanda kerusuhan usai insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, beberapa hari lalu. Tercatat sebelumnya daerah Manokwari, Sorong, Fakfak juga dilanda kerusuhan.
Ia mengatakan tak seharusnya aparat yang sedang berjaga justru dicelakai oleh oknum yang sengaja membuat rusuh di tengah aksi demonstrasi tersebut.
"Jangan sampai kemudian justru dimanfaatkan oleh pedemo atau pendompleng pedemo untuk mencelakakan aparat keamanan. Diparang, dipanah, itu saya kira tidak manusiawi. Bukan pedemo itu," kata dia.
Menurut mantan Panglima ABRI itu tak seharusnya kericuhan dan demonstrasi besar-besaran dilakukan oleh masyarakat Papua. Sebab, kata dia, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla selama ini sudah bertindak adil untuk memperhatikan nasib dan kesejahteraan masyarakat Papua.
"Padahal, pendapatan daerah yang tersedot ke pusat dari Papua itu kira-kira setahun yang lalu itu sekitar 26 triliun," kata dia
"Sehingga cukup adil dan sangat adil bahkan kalau kita bicara keadilan, ya. Lebih dari provinsi yang lain sehingga bicara keadilan, tak tepat kalau menuntut keadilan," tambahnya.
[Gambas:Video CNN] (rzr/wis)