"Setiap anggota dewan memiliki hak untuk menjalankan fungsinya jadi tidak ada yang istimewa, karena semua anggota dewan juga sering mengatakan kepada saya aspirasi warganya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (29/8).
"Jadi itu bukan hal yang baru, hal yang biasa saja," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Beda Nasib PSI dan Hanura di Kebon Sirih |
Anies lalu menyarankan agar anggota dewan tidak mengumbar terkait rencana pembuatan posko pengaduan. Tentu karena itu memang tugas wakil rakyat, sehingga tidak perlu diumbar kepada publik.
"Kalau tugasnya enggak usah diumumkan. Memang tugasnya. Kalau itu merasa bukan tugasnya baru diumumkan. Kalau tugasnya tinggal jalankan," terang Anies.
Lihat juga:PSI Resmi Pakai Pin Kuningan dari DPRD DKI |
Tren menerima pengaduan dimulai dari Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat bertugas. Saat itu, Ahok kerap menemui warga langsung untuk mendengarkan permasalahan setiap warga.
Kebiasaan tersebut sempat dijalankan Anies di awal kepemimpinannya. Namun belakangan, Anies hanya membuka layanan pengaduan setiap harinya di Balai Kota dan dilayani oleh para perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
[Gambas:Video CNN]
(ctr/bmw)