Penunjukkan Plh ini merupakan imbas dari terjaringnya Bupati Muara Enim Ahmad Yani dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (2/9) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya belum mendapatkan informasi lengkap mengenai terjaringnya mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan tersebut. Ia juga belum mengetahui keberadaan Ahmad Yani saat ini.
Setelah mendapatkan informasi resmi dari KPK, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap kasus tersebut.
"Kita belum tahu yang tersangka siapa, dalam masalah apa. Kita tunggu saja dulu. Sekarang belum ada, status saksi kah, tersangka kah. Kabarnya KPK menyita uang juga banyak sekali, cuma kita belum tahu kegunaannya apa. Pasti setelah itu kita angkat Plh dulu sebelum Plt," ujar Herman.
Sebelumnya diberitakan, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Muara Enim, beberapa pejabat lain, serta seorang pengusaha, Senin (2/9) malam.
(idz/arh)