Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, terdapat penambahan tinggi pada bak truk sehingga kapasitas angkut bertambah dari semestinya. Akibatnya, kelebihan muatan tanah truk itu mencapai 300 persen, dari yang seharusnya 12 ton menjadi 37 ton.
"Kemudian over loading-nya, ini kan antara operator truk dengan pemilik barang itu pesanannya. Satu mobil itu kelebihan logistiknya 300 persen dari muatannya," ujar Budi di Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, terdapat truk lain yang akan menyalip truk di depannya. Namun truk itu akhirnya ikut mengerem mendadak hingga sama-sama terguling. Kedua truk itu disebut Budi berasal dari perusahaan yang sama yakni Hino.
Budi menuturkan, truk yang kelebihan muatan tetap bisa dioperasikan. Hanya saja, risiko yang dihadapi sangat besar.
"Nah yang (truk) di belakang itu, mungkin begitu yang (truk) depan bermasalah remnya, akhirnya guling. Dua-duanya bermasalah menyangkut masalah remnya dan kelebihan muatan jadi nabrak semua di depan," ucap Budi.
Sebelumnya empat dari delapan korban meninggal dunia telah teridentifikasi yakni Dedi Hidayat (45) warga Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Iwan (35) warga Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Endi Budianto serta Hendra Cahya (64) warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.
[Gambas:Video CNN] (ryh/psp)