Moeldoko: Benny Wenda Petualang Politik Kehilangan Pengaruh

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 09:09 WIB
Moeldoko: Benny Wenda Petualang Politik Kehilangan Pengaruh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut aktivis pro kemerdekaan Papua Benny Wenda sudah tak punya pengaruh besar(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Benny Wenda sebagai sosok petualang politik asal Papua yang sudah tidak lagi memiliki pengaruh besar. Moeldoko tak ingin mengomentari lebih lanjut soal ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULWMP) yang dipimpin Benny.

"(Benny Wenda) petualang politik yang sudah kehilangan pengaruh, kalau dikomentari menjadi besar," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden (KSP), Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/9).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan sudah tak ingin mengomentari lebih lanjut terkait sosok Benny tersebut.


"Saya tidak mau mengomentari seorang petualang politik yang sudah kehilangan pengaruh, karena nanti makin besar," ujarnya.
Nama Benny muncul kembali setelah aksi protes antirasialisme terhadap mahasiswa Papua mencuat di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat, serta daerah lainnya. Tak sedikit aksi yang berujung rusuh.

Sejauh ini, polisi sudah menetapkan 68 tersangka. Sejumlah orang juga tewas serta puluhan lainnya luka-luka akibat rentetan kerusuhan.

Meski Moeldoko menyebut sudah tak lagi memiliki pengaruh besar, pemerintah tetap ingin menangkap Benny. Hal itu diutarakan Menkopolhukam Wiranto.

Dia mengatakan bakal menangkap Benny jika datang ke Indonesia. Menurut Wiranto, Benny aktif menyebarkan hoaks alias informasi palsu soal Papua ke luar negeri.
Aktivis pro kemerdekaan Papua, Benny Wenda yang kini telah menjadi warga negara InggrisAktivis pro kemerdekaan Papua, Benny Wenda yang kini telah menjadi warga negara Inggris (Dok. The Office of Benny Wenda)
Diketahui, merujuk pernyataan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Benny kini menetap di London dan sudah menjadi warga negara Inggris.

"Kalau masuk ke Indonesia saya tangkap, atau kami tangkap, kita proses," ujar Wiranto dalam keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (4/9).

Benny sempat menanggapi tudingan yang ditujukan kepadanya. Ia menyebut justru Wiranto yang berupaya memicu konflik horizontal warga Papua.

"Wiranto gunakan saya. Wiranto adalah penjahat perang yang dicari oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena kejahatan perang. Adalah Wiranto yang membentuk 'Pasukan Penjaga Merah & Putih' dan mencoba memicu konflik horizontal antara warga Papua dan warga Indonesia," kata Benny melalui surat elektronik kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (3/9).
[Gambas:Video CNN] (fra/bmw)