Berdasarkan informasi yang diterima CNNIndonesia.com, pertemuan akan diselenggarakan pada pukul 11.00 WIB. Belum diketahui pasti materi dan siapa saja yang ikut mendampingi Ma'ruf bertemu dengan para pendeta tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menuntut ada penindakan tegas terhadap pelaku rasisme, sejumlah warga Papua dan Papua Barat juga menuntut pemerintah Indonesia memberikan referendum. Tuntutan itu juga disampaikan oleh mahasiswa Papua di sejumlah daerah, seperti Jakarta dan Bandung.
Pemerintah melakukan sejumlah langkah dalam merespons kerusuhan, salah satunya melakukan pembatasan akses internet di Papua dan Papua Barat. Langkah itu diklaim sebagai cara meredam hoaks terkait Papua dan Papua Barat yang masif di media sosial.
Selain itu, pemerintah juga membatasi Warga Negara Asing masuk ke kawasan Bumi Cenderawasih. Kebijakan itu dibuat lantaran pemerintah mendapati keterlibatan asing dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat.
Adapun terkait referendum, pemerintah menegaskan menolak. Pemerintah menyatakan Papua dan Papua Barat merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana yang telah disepakati dalam TAP MPR dan PBB.
[Gambas:Video CNN] (jps/wis)