Hendropriyono: Ada Vanuatu dan Inggris di Balik Benny Wenda

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 14:42 WIB
Hendropriyono: Ada Vanuatu dan Inggris di Balik Benny Wenda Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono menyebut kerusuhan di Papua dipicu hoaks, kemudian mengarah ke penggalangan opini memisahkan diri dari Indonesia.

Aktor di belakang itu semua, Hendropriyono menunjuk pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda. Menuding pihak di belakang Benny, Hendro menyebut Vanuatu dan Inggris.

"Sekarang ini, siapa yang membawa Benny Wenda ke Komisi Tinggi HAM PBB itu? Vanuatu kan. Vanuatu siapa? Inggris. Ya itulah biang keladinya. Tapi itulah, memang difasilitasi oleh Vanuatu kok Benny Wenda," kata Hendro usai Forum Patriotik untuk Papua dan Papua Barat di Jakarta Selatan, Kamis (5/9).


"Nanti saya dituntut lagi sama pemerintah Inggris," ujar dia seolah hendak menarik ucapannya.
Namun demikian, Hendro kembali menegaskan ada negara besar yang bermain dalam serangkaian kisruh di tanah Papua. Hendro meminta rakyat untuk bersatu agar bisa menyimpulkan 'permainan' tersebut.

"Ini ada yang main, yang main negara besar, jangan mau dipecundangi," sambung dia lagi.

Hendro menyebut, jika rakyat tidak bersatu, maka akan muncul usaha internasionalisasi dari pihak asing.

"Mereka menggalang opini dunia melalui perang informasi," ungkap Hendro.

Di sisi lain, Hendro mengklaim tidak pernah ada tindakan rasialisme di Indonesia. Menurutnya isu itu hanya digunakan untuk kepentingan segelintir orang memecah belah bangsa.
"Saya itu Jawa campuran, saat di Kalimantan saya dipanggil Jawa. Tapi saya tidak marah. Di rumah, saya itu dipanggil codot oleh abang saya. Tidak marah juga. Apakah saya langsung lari ingin merdeka? Tidak. Saya tidak apa-apa," cerita Hendro di tengah forum yang juga dihadiri Gories Mere dan Diaz Hendropriyono tersebut.

Saat menjadi narasumber kunci di tengah Forum Patriotik di depan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Hendro meminta para anak muda untuk menciptakan kontranarasi.

"Saya minta kaum muda berontak dari kurungan besi tipu muslihat hoaks. Kalian lah yang counter itu. Pribadi satu satu yang pegang handphone, bantah satu per satu informasi yang mencerai-beraikan kalian. sendiri sendiri tidak akan bisa," tutur Hendro lagi.

Hendro menyebut akan selalu ada kelompok yang berusaha memecah belah Indonesia. Mereka antara lain kelompok separatis dan teroris, kelompok asing serta kelompok pengkhianat. Termasuk, kata dia, terkait konflik di Papua.
[Gambas:Video CNN] (ika/ain)