Menurut Asisten Deputi Bidang Ekonomi Makro, Penanaman Modal, dan Badan Usaha pada Kedeputian Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet (Setkab) itu, OTT yang dilakukan KPK selama ini tidak menghasilkan apa-apa.
Ia mengatakan OTT tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pengurangan korupsi di republik ini. Padahal lembaga antirasuah cukup agresif melakukan operasi senyap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Laode Syarif mengatakan bahwa jumlah OTT yang dilakukan KPK masih sangat sedikit. Dibandingkan dengan jumlah kasus yang ditangani KPK, hanya 10 persen di antaranya yang dimulai dari OTT.
"Tadi dengan ibu Basaria pada waktu gelar perkara kami hitung jumlah OTT dan tidak OTT kami hitung paling tidak ada 10 persen, kurang dari 10 persen," kata Laode di Gedung KPK, Selasa (3/9).
Hal itu ditunjukkan dengan kegiatan penyuluhan, penyelamatan aset, dan pembekalan antikorupsi. Kelima pimpinan juga kerap kali berkeliling Indonesia untuk melakukan pencegahan.
"Memang pencegahan itu sudah berulang kali, empat tahun ini jauh lebih banyak pencegahan dari penindakan. Kita tahun kemarin 30 (OTT), tahun ini 15 (OTT), ini sangat kecil sebetulnya," kata Basaria. (sah/osc)