Veronica Koman Diburu Interpol

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 18:01 WIB
Veronica Koman Diburu Interpol Menkopolhukam Wiranto menyatakan Interpol sudah mulai bergerak memburu Veronica Koman yang telah ditetapkan sebagai tersangka ujaran provokasi terkait Papua. (Screenshot via Twitter/@VeronicaKoman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menkopolhukam Wiranto menyatakan International Police (Interpol) tengah memburu Kuasa Hukum Komite Nasional Papua Barat, Veronica Koman yang saat ini tengah berada di luar negeri pasca ditetapkan sebagai tersangka.

"Ini sekarang sedang diburu oleh Interpol ya karena berada di luar negeri, tetapi sudah tersangka," ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (2/9).

Wiranto menuturkan penetapan Veronica sebagai tersangka terkait dengan ujaran provokasi. Veronica diduga melakukan tindakan provokasi dan penghasutan terhadap warga Papua-Papua Barat agar terus melakukan perlawanan lewat demonstrasi anarkis.

Wiranto mengatakan Veronica yang juga berstatus sebagai kuasa hukum Aliansi Mahasiswa Papua itu disangka melanggar pasal 160 KUHP, serta UU ITE tentang penyebaran informasi bermuatan SARA.


"Ya ini sudah pasti," ujarnya.

Wiranto membantah Kepolisian terlalu cepat menetapkan Veronica sebagai tersangka. Ia meyakini Kepolisian telah melalui prosedur yang berlaku ketika menetapkan Veronica.

"Kita percayakan saja kepada polisi, ada yang lambat Karena cari buktinya susah. Ada cepat karena buktinya gampang," ujar Wiranto.
Veronica Koman Diburu InterpolMenkopolhukam Wiranto. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)


Lebih dari itu, Wiranto enggan berkomentar banyak terkait dengan kesalahan Kominfo saat memberikan stampel hoaks terhadap kicauan Veronica di Twitter.

"Ya nanti saya bicarakan," ujarnya.
Polda Jawa Timur telah menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka provokasi di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya, Jawa Timur. Veronica diduga aktif melakukan provokasi melalui akun Twitter pribadinya @VeronicaKoman.

"Hasil gelar memutuskan dari bukti-bukti dan hasil pemeriksaan saksi ada enam, tiga saksi dan tiga ahli, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas nama VK, Veronica Koman," kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, di Mapolda Jatim, Rabu (4/9).

Luki menyebut Veronica ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat aktif menyebarkan informasi di media sosial. Terutama lewat akun Twitter pribadinya, terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua.

Informasi tersebut dinilai sebagai upaya provokasi untuk memanaskan situasi.

"VK ini adalah orang yang sangat aktif, salah satu yang sangat aktif yang membuat provokasi di dalam mau pun di luar negeri untuk menyebarkan hoaks dan juga provokasi," kata dia.
(jps/gil)