Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi pukul 00.00 WIB, pendukung Timnas Malaysia keluar melalui pintu kuning untuk selanjutnya menaiki sejumlah bus pariwisata. Terdapat sejumlah petugas polisi bermotor dan kendaraan taktis yang turut mengawal.
Menurut Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Pol Albert Teddy Benhard Sianipar, para pendukung Harimau Malaya itu langsung diantar ke bandara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ricuh di GBK, Polisi Tembakkan Gas Air Mata |
"Nanti setelah itu mereka akan kita kawal pulang, nanti setelah itu langsung kembali ke bandara," ujar Teddy saat ditemui di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9) malam.
Sejak pukul 23.52 WIB, sudah tidak terlihat kerumunan pendukung Timnas Indonesia. Pun begitu dengan kebersihan di sekitar stadion yang sudah dibersihkan.
Sampai pada akhirnya penerangan di Gate 1 dan sejumlah titik lainnya dimatikan, barulah mereka berangsur meninggalkan stadion.
Kericuhan terjadi antara pendukung Timnas Indonesia dengan petugas kepolisian setelah pertandingan Indonesia melawan Malaysia usai. Namun, hingga berita ini ditulis, belum diketahui jelas penyebab kerusuhan.
Tiga suporter Harimau Malaya dikabarkan terluka akibat insiden itu. Fan Malaysia yang terluka diketahui berjenis kelamin laki-laki. Salah satu suporter Malaysia yang ditemui CNNIndonesia.com, Shah Fezan mengatakan temannya yang terluka kini sudah dibawa aparat kepolisian ke rumah sakit.
"Ada tiga yang terluka. Salah satunya jatuh terpeleset saat keributan di tribun. Tangannya patah, lalu dibantu evakuasi keluar dan sudah dibawa ke rumah sakit," kata Shan Fezan.
[Gambas:Video CNN] (ryn/rea)