"Narasi apa itu? Kok lucu. Kebencian apa sih yang masih terpendam dalam kalbunya (Sri Bintang)," kata Ngabalin saat dikonfirmasi, Jumat (6/9).
Ngabalin mengaku tak memahami apa yang merasuki pikiran Sri Bintang sehingga memiliki rencana seperti itu. Menurut Ngabalin, pria yang juga pernah ditetapkan tersangka makar itu seakan tidak berpendidikan dengan melontarkan niat menggagalkan pelantikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mengerti ya kebencian apa yang ada dalam diri Sri Bintang Pamungkas kemudian, atau jin iblis atau hantu apa yang merasuki jalan pikirannya," ujarnya.
"Beberapa diksi dan narasinya itu sangat memalukan sebagai seorang terpelajar, kalau ada dendamnya kalau ada marahnya, berperilaku lah seperti orang terpelajar, jangan seperti begitu," tutur Ngabalin.
Sri Bintang menganggap sepele tudingan PITI yang berujung pada pelaporan terhadap polisi. Ia menyatakan memiliki target lebih besar daripada sekadar menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf.
"(Pelaporan) itu terlampau kecil, target kita bukan hanya Jokowi tapi rezim yang kita mau jatuhkan. Tidak hanya sekadar rezim tapi juga kita kembali ke UUD '45 asli, mencabut mandat Jokowi, membentuk pemerintah baru. Itu target kita," kata Sri Bintang saat ditemui di Jalan Guntur 49, Jakarta, Jum'at (6/9).
Sri Bintang menganggap semua pernyataan yang diutarakannya selama ini merupakan bentuk kebebasan berpendapat. Adapun cara-cara untuk menggagalkan pelantikan Jokowi yang diklaimnya sedang dipikirkan merupakan kebebasan berekspresi yang dijamin oleh Undang-undang.
[Gambas:Video CNN] (fra/rea)