Saat ini baru dua stasiun MRT yang dilengkapi ruang baca yakni Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Anies mengatakan, ruang baca untuk publik ini perlu diperbanyak untuk mempermudah warga membaca buku dan meningkatkan literasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu Anies mengatakan perluasan ruang baca di halte bus masih direncanakan sehingga belum mengetahui kapan dan di halte mana saja program tersebut akan disediakan.
Ruang Baca yang dibangun di Stasiun Lebak Bulus dan Bundaran HI disediakan operator MRT. Lokasinya berada di salah satu sudut stasiun yang terdiri dari rak berisi buku-buku ringan dan informatif dengan beragam referensi.
Selain meminjam, masyarakat juga bisa ikut menyumbangkan buku-bukunya untuk dibaca di ruang baca MRT.
Lihat juga:Pemprov DKI Perbaiki 10 Koridor Transjakarta |
Anies menuturkan setiap ruang baca MRT akan menyediakan box untuk menyimpan buku-buku yang ingin disumbangkan.
"Dengan pojok ruang baca, kami ingin membuat masyarakat memanfaatkan waktu senggang saat berada di MRT sambil membaca buku. Bukunya juga tidak berat-berat, ini contohnya yang saya baca itu adalah buku kumpulan kisah-kisah interaktif," kata Anies.
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihaknya akan terus memperbanyak jumlah koleksi di tiap ruang baca stasiun.
MRT juga akan menggaet sejumlah organisasi dan juga Perpustakaan Nasional untuk melengkapi koleksi buku ini. (rds/sur)