Banyak Warga Tak Tahu Ganjil Genap Hingga ke Gerbang Tol

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 11:28 WIB
Banyak Warga Tak Tahu Ganjil Genap Hingga ke Gerbang Tol Petugas menyetop kendaraan pelanggar ganjil genap. (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pengguna jalan mengaku tak tahu perluasan ganjil genap DKI Jakarta sampai ke gerbang tol akibat minimnya informasi dan rambu. Yang lainnya mengeluh bahwa kebijakan itu menutup akses jalan.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di kawasan Patung Pancoran, banyak pengemudi yang terkena tilang akibat sistem ganjil genap. Ada 10 petugas yang sudah bersiaga di lokasi ini sejak pukul 06.15 WIB. Mereka tampak kewalahan menghadapi pelanggar yang kebanyakan hendak keluar atau masuk dari Gerbang Tol Tebet.

Pengemudi yang dihentikan lajunya oleh petugas seringkali tidak mengetahui informasi mengenai kawasan Ganjil Genap yang baru diberlakukan hari ini.


Iwan (31), misalnya, karyawan swasta yang bertempat tinggal di Jakarta Barat dan bekerja di daerah Tebet ini mengaku tidak melihat rambu kawasan Ganjil Genap yang terpasang di ruas Jalan Tol.

Ia yang sehari-hari pergi bekerja menggunakan mobil itu sempat sedikit beradu argumen dengan petugas yang memberhentikannya.

Petugas memberi penjelasan kepada pengguna jalan yang terkena tilang.Petugas memberi penjelasan kepada pengguna jalan yang terkena tilang. (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
"Kalau di jalan-jalan umum mungkin sudah terpasang [rambu], tapi kalau di jalan tol saya enggak lihat lho," kata Iwan kepada CNNIndonesia.com, Senin (9/9).

Ia sendiri mengaku selalu mengikuti perkembangan dari informasi perluasan Ganjil Genap. Namun, ia belum mengetahui sistem itu diberlakukan juga di persimpangan terdekat sampai dengan pintu masuk dan keluar tol.

"Kalau memang begini berarti besok saya harus cari jalur alternatif lain. Tapi sekarang saya benar-benar tidak tahu lho, Pak," aku Iwan kepada petugas.

Pengemudi lainnya menyayangkan perluasan ganjil genap ini lantaran dinilai menyulitkan akses menuju lokasi tempat bekerja.

"Kalau ditutup semua saya lewat mana dong?" kata seorang pengemudi kepada petugas yang menghentikan kendaraannya.

Menanggapi perdebatan itu, petugas hanya bisa memberikan rute alternatif kepada pengemudi sembari menyiapkan surat tilang.

Perluasan ganjil genap didahului dengan proses sosialisasi meski diklaim kurang mencakup semua pengguna jalan.Perluasan ganjil genap didahului dengan proses sosialisasi meski diklaim kurang mencakup semua pengguna jalan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Tancap gas

Beberapa petugas juga menyayangkan sikap dari pelanggar yang kerap kali menancapkan gas lebih kencang untuk menghindari petugas.

Tidak jarang petugas kepolisian 'membiarkan' pengemudi yang melaju cepat saat akan dihentikan.

"Mau gimana lagi, kalau kami paksakan [menghentikan pelanggar] kami yang bahaya," tutur salah seorang petugas kepada CNNIndonesia.com.

"Susahnya petugas di lapangan emang gitu, kami cuma ngejalanin tugas," imbuh petugas lain.

Selama waktu pemberlakuan Ganjil Genap di sekitaran Patung Pancoran, laju kendaraan terpantau lancar dan tidak menimbulkan kemacetan akibat dari penindakan oleh petugas.

Sebelumnya, Anies Baswedan telah resmi menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 Tenrang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Warga Klaim Tak Tahu Perluasan Ganjil Genap di Gerbang TolFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Aturan ini telah efektif diberlakukan mulai Senin (9/9) dimulai pukul 06.00-10.0 WIB dan 16.00-21.00 WIB dan tidak berlaku pada hari Sabtu dan Minggu serta hari Libur Nasional. Ada 25 ruas jalan yang terdampak aturan Ganjil Genap.

28 ruas jalan yang memiliki gerbang tol yang biasanya ramai dilewati kendaraan pun terkena imbasnya.

Dishub DKI pun menyarankan sejumlah ruas jalan alternatif untuk menyiasati perluasan kawasan ganjil genap itu, yakni:

Dari arah Timur: Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Suprapto-Jalan Salemba Raya-Jalan Matraman-dan seterusnya.

Dari arah Selatan: Jalan Warung Jati Barat-Jalan Pejaten Raya-Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo -Jalan Saharjo- dan seterusnya.

Dari arah Timur: Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika-dan seterusnya

Dari arah Utara: Jalan S Parman-Jalan Tomang Raya-Jalan Suryapranoto/Jalan Cideng dan seterusnya.

Sebelumnya, Dishub DKI menggelar sosialisasi perluasan ganjil genap sejak 7 Agustus, dan uji coba ganjil genap mulai 12 Agustus hingga 6 September.

[Gambas:Video CNN] (mjo/arh)