"Kalau nanti [kawasan di Kalimantan Timur] jadi ibu kota, saya concern-nya ke air. Dari mana sumber airnya?," tutur Pengamat Tata Kota dari Institut Teknologi Kalimantan Farid Nurrahman, di Kantor Yayasan Madani Berkelanjutan, Jakarta, Senin (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farid menyatakan ada sejumlah titik sumber air yang bisa digunakan ibu kota baru nantinya. Pertama, Sungai Mahakam yang bermuara di Selat Makassar.
Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Kedua, hutan lindung di dekat ibu kota baru, yang sudah jadi sumber air bagi Balikpapan. Ketiga, penampungan air hujan atau penyulingan air asin juga bisa jadi salah satu alternatif.
Ia menyarankan setiap gedung yang dibangun di ibu kota baru nanti dilengkapi dengan teknologi penampung air hujan.
Selain itu dosen kelahiran Kalimantan Timur itu juga mengingatkan bencana banjir yang sering menjadi permasalahan di Kaltim. Ia mengenang kejadian banjir setinggi dada yang memadamkan listrik selama seminggu penuh.
"Ada buaya lewat depan rumah itu biasa, mati lampu satu minggu kemarin baru terjadi," cerita Farid.
Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Lingkungan Hidup dan Perkotaan Mikail Gorbachev tak akan terjadi ketika ibu kota sudah dipindahkan.
Foto: CNN Indonesia/Anggit Gita Parikesit |
"Masalah-masalah nantinya akan dipelototi oleh pemerintah, karena sudah jadi halaman depan," tutur Mikail.
Berdasarkan reportase CNN Indonesia TV, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, memiliki air tanah berwarna kecoklatan, yang semakin sedikit jumlahnya dan keruh saat kemarau. Air itupun memiliki rasa payau dan agak berbau.
Camat Sepaku, Penajam paser Utara, Risman Abdul menyebut tak ada masalah air bersih di lokasi calon ibu kota baru itu. Pasalnya, sudah ada rencana pembangunan bendungan skala nasional yang cukup besar.
"Persoalan air bersih enggak ada masalah. Untuk saat ini kita pakai air sungai, memang layak kok airnya, enggak ada masalah airnya," aku dia, kepada CNN Indonesia TV.
[Gambas:Video CNN] (fey/arh)
Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (
Foto: CNN Indonesia/Anggit Gita Parikesit