Candaan di Dalam Innova Berujung Kecelakaan Bus Mira Nganjuk

CNN Indonesia | Rabu, 11/09/2019 08:34 WIB
Candaan di Dalam Innova Berujung Kecelakaan Bus Mira Nganjuk Ilustrasi kecelakaan bus Mira Nganjuk. (Istockphoto/razerbird)
Surabaya, CNN Indonesia -- Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil Toyota Kijang Innova dengan Bus PO Mira di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur menelan tiga korban jiwa. Belakangan diketahui para penumpang Innova sempat merekam video candaan soal kecelakaan dan berujung pada Kecelakaan Bus Mira Nganjuk.

Mobil Innova bernopol AE 567 SC itu menabrak Bus PO Mira bernopol S 7190 US di Jalan Raya Surabaya-Nganjuk, Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, Nganjuk, Senin (9/9) siang. Tiga dari empat orang di dalam Innova tewas di tempat.

Sebelum kecelakaan terjadi empat anak muda yang berada di dalam mobil Innova bercanda soal niat membuat video tentang kecelakaan.


Dalam video berdurasi 21 detik yang berujung viral tersebut, terlihat seorang perempuan mengenakan baju kuning sedang memakai riasan. Perempuan tersebut duduk di kursi tengah.

Selain itu ada pula dua laki-laki yang duduk di kursi depan, salah satu di antara mereka memegang kemudi, satu lainnya perekam video. Lalu, di bagian jok belakang, ada juga sesosok anak muda berbaju merah yang sedang rebahan.

Di tengah video, tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki yang melontarkan candaan tentang insiden tabrakan.

"Iki gaweo cerito gik. Lek aku nabrak-nabrak (Ini buat cerita gik, kalau saya nanti nabrak-nabrak)," kata laki-laki yang tertidur di kursi paling belakang.

Kemudian, terdengar pula suara laki-laki lain yang menimpalinya dengan candaan tentang kecelakaan.

"Gawekno aku cerita nabrak-nabrak (Buatkan saya cerita kecelakaan)," ujarnya, yang kemudian ditimpali dengan sahutan tawa.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanya Wiranta membenarkan video yang viral itu dibuat korban sebelum kecelakaan Innova dan bus PO Mira di Nganjuk tersebut.

"Video tersebut memang ada. Dan kemungkinan diambil sebelum kecelakaan," kata AKBP Dewa, saat dikonfirmasi, Selasa (10/9).
[Gambas:Instagram]
Dewa menjelaskan kecelakaan itu terjadi ketika Innova yang dikendarai Panji Wisnu Kusuma (21) melaju dari arah barat atau Madiun menuju ke timur atau Surabaya. Saat itu dia bersama tiga orang lainnya di dalam mobil tersebut.

Diduga, Panji mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Saat melaju di Jalan Raya Surabaya-Nganjuk tiba-tiba saja mobil yang dikemudikannya oleng dan berpindah jalur terlalu jauh.

"Jadi memang sopir berkecepatan tinggi. Tiba-tiba pindah jalur begitu saja," ujar Dewa.

Dari arah berlawanan tiba-tiba melaju Bus Mira yang dikemudikan Tri Surmayanto (53), warga Kabupaten Magelang Jatim.

"Bus yang berjalan dari arah timur ke barat diperkirakan melaju dengan kecepatan sedang, karena jarak sudah dekat dan tidak bisa menghindar lagi terjadilah kecelakaan lalu lintas," katanya.

Akibatnya kecelakaan tersebut, tiga orang penumpang Innova tewas, dengan rincian dua orang meninggal dunia di lokasi, satu lainnya di rumah sakit. Sementara satu penumpang Innova selamat dan mengalami luka ringan, yakni Tohir.

Kemudian juga sopir bus Tri Sumaryanto (53), warga Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang juga mengalami luka ringan.

"Satu penumpang lainnya mengalami luka berat. Dan sopir bus mengalami luka ringan," katanya.

Mobil kijang itu rusak bagian depan serta bagian kiri hancur, sementara untuk bus, bagian depan kiri penyok dan lampu depan kanan pecah.

Sementara itu tiga korban tewas kecelakaan bus Mira di Nganjuk itu adalah Panji Wisnu Kusuma (warga Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo), Rizki Viko (23/warga Kelurahan Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponoorogo) dan Amalia Hestin Nugraheni (17/warga Kelurahan Tumpak Pelem, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo). Semuanya meninggal di lokasi kecelakaan bus Mira Nganjuk.

[Gambas:Video CNN] (frd/kid)