"Pak Habibie terakhir bicara sama saya tentang pesawat N250, sampai dua jam. Beliau sangat sedih. Ingin rencana itu terwujud," tutur Rusli di RSPAD Jakarta, Rabu (11/10).
Rusli lalu menjelaskan bahwa Habibie juga sempat ingin berkunjung ke Gorontalo sekitar dua pekan yang lalu. Diketahui, Rusli adalah Gubernur Gorontalo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BJ Habibie Meninggal Dunia di RSPAD Jakarta |
Namun, Rusli mengatakan pamannya itu seolah lupa bahwa dirinya sudah tua ketika sudah sembuh. Hingga kemudian, Habibie dirawat intensif di RSPAD hingga wafat pada hari ini, Rabu (11/10).
Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta. Wafat pada pukul 18.05 Rabu (11/10).
"Bapak sudah tidak ada pada pukul 18.05 WIB," ujar putra Habibie Thareq Kemal kepada wartawan.
Akan tetapi, pesawat itu tidak diproduksi massal. Mengutip pemberitaan sejumlah media, Asisten Direktur Utama Bidang Bisnis Pemerintah PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Irzal Rinaldi mengatakan kala itu ada negara yang takut Indonesia berkembang pesat di dunia penerbangan.
"N250 dulu sempat menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, namun karena ada negara yang takut Indonesia berkembang pesat di Industri penerbangan, pesawat itu tidak boleh dilanjutkan proyek pengerjaannya," kata Irzal ditemui di The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace & Exhibition, Malaysia, Rabu (27/3/2013).
Sejumlah tokoh nasional telah menjenguk Habibie di rumah sakit. Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjenguk Habibie pada Senin (9/9).
Selain itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono juga telah menjenguk Habibie di rumah sakit. Tokoh lainnya, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Subagyo Hadi Siswoyo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Moeloek dan mantan menteri era Soeharto, Theo Sambuaga juga ikut menjenguk.
[Gambas:Video CNN] (ika/bmw)