Habibie Masih Semangat Bicara Pesawat N250 Sebelum Wafat

CNN Indonesia | Rabu, 11/09/2019 19:10 WIB
Habibie Masih Semangat Bicara Pesawat N250 Sebelum Wafat Presiden ke-3 RI BJ Habibie. (ADEK BERRY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keponakan Bacharuddin Jusuf Habibie, Rusli Habibie mengatakan pamannya masih semangat membicarakan pesawat N250 yang dirancangnya sebelum dirawat intensif di RSPAD Jakarta. Bahkan, Habibie masih mampu bicara selama dua jam meski usianya sudah 83 tahun.

"Pak Habibie terakhir bicara sama saya tentang pesawat N250, sampai dua jam. Beliau sangat sedih. Ingin rencana itu terwujud," tutur Rusli di RSPAD Jakarta, Rabu (11/10).

Rusli lalu menjelaskan bahwa Habibie juga sempat ingin berkunjung ke Gorontalo sekitar dua pekan yang lalu. Diketahui, Rusli adalah Gubernur Gorontalo.


"Dua minggu yang lalu beliau ingin datang ke Gorontalo," tuturnya.
Habibie, kata Rusli, seolah tidak terlihat sudah lanjut usia. Dia mengamini Habibie memang berulang kali dirawat di rumah sakit.

Namun, Rusli mengatakan pamannya itu seolah lupa bahwa dirinya sudah tua ketika sudah sembuh. Hingga kemudian, Habibie dirawat intensif di RSPAD hingga wafat pada hari ini, Rabu (11/10).

"Kami sekeluarga merasa sangat kehilangan, keluar rumah sakit Jerman lalu RSPAD. Beliau selalu enggak sadar bahwa usia beliau sudah tua," ucap Rusli.

Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta. Wafat pada pukul 18.05 Rabu (11/10).

"Bapak sudah tidak ada pada pukul 18.05 WIB," ujar putra Habibie Thareq Kemal kepada wartawan.
Pesawat N250 merupakan hasil rancangan B. J. Habibie pada medio 1990-an silam. Kala itu, rancangan pesawat tersebut dibangun oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia.

Akan tetapi, pesawat itu tidak diproduksi massal. Mengutip pemberitaan sejumlah media, Asisten Direktur Utama Bidang Bisnis Pemerintah PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Irzal Rinaldi mengatakan kala itu ada negara yang takut Indonesia berkembang pesat di dunia penerbangan.

"N250 dulu sempat menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, namun karena ada negara yang takut Indonesia berkembang pesat di Industri penerbangan, pesawat itu tidak boleh dilanjutkan proyek pengerjaannya," kata Irzal ditemui di The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace & Exhibition, Malaysia, Rabu (27/3/2013).
Habibie sebelumnya dirawat di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Paviliun Kartika RSPAD sejak 1 September 2019. Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof. dr. Azis Rani melalui keterangan resmi pada Senin (9/9) menyebutkan Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

Sejumlah tokoh nasional telah menjenguk Habibie di rumah sakit. Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjenguk Habibie pada Senin (9/9).

Selain itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono juga telah menjenguk Habibie di rumah sakit. Tokoh lainnya, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Subagyo Hadi Siswoyo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Moeloek dan mantan menteri era Soeharto, Theo Sambuaga juga ikut menjenguk.

[Gambas:Video CNN] (ika/bmw)