Untuk Kenangan, Warga Berebut Karangan Bunga Duka BJ Habibie

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 14:06 WIB
Untuk Kenangan, Warga Berebut Karangan Bunga Duka BJ Habibie Karangan bunga yang berjejer di depan kediaman BJ Habibie. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah masyarakat yang bertakziah ke rumah duka Bacharuddin Jusuf Habibie di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9), saling berebut bunga duka cita yang banyak berjejer di sekitar kediaman Habibie.

Sejumlah ibu-ibu tampak memetik dan mencabuti bunga duka cita di kediaman Habibie, tak lama setelah upacara penyerahan jenazah dari keluarga ke negara dan jenazah diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Berbagai jenis bunga, mulai dari Lili, Anggrek, dan bunga lain memang banyak dikirim ke rumah duka Habibie sebagai tanda bela sungkawa.


Masyarakat memetik bunga-bunga tersebut tanpa ada larangan. Salah satu warga, Nurbaeti (43) mengaku bunga duka Habibie untuk dijadikan kenang-kenangan.

Dia juga mengaku sayang jika bunga-bunga tersebut layu begitu saja di pinggir jalan, lalu dibuang.

"Buat kenang-kenangan dari Pak Habibie," kata Nurbaeti sambil mengambil anggrek di depan kediaman Habibie, Patra Kuningan, Jakarta.

Siti Aminah yang ikut mengambil bunga menyebut menyebut selain untuk kenang-kenangan, bunga-bunga duka untuk Habibie juga tergolong bagus dan mahal.

Untuk Kenangan, Warga Berebut Karangan Bunga Duka HabibieSalah satu warga yang ikut mengambil bunga dari karangan bunga duka cita untuk BJ Habibie. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Kata dia, bunga-bunga tersebut cocok dipajang di rumahnya.

"Bagus ini buat dipajang sebelum layu. Ya ini juga kenang-kenangan," ujarnya. 

Siti yang rumahnya tak jauh dari kediaman Habibie menyebut tokoh nasional itu adalah sosok yang baik dan lembut.

Menurutnya, Habibie selalu bersikap seperti masyarakat biasa tak seperti politikus yang sulit disentuh.

"Pak Habibie baik, ramah sekali. Beliau itu enggak susah didekati kayak politikus atau orang yang muncul di tv," tutur Siti Aminah.

[Gambas:Video CNN] (tst/wis)