Partai Berlomba-lomba Sanjung Capim KPK Firli Bahuri

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 23:22 WIB
Partai Berlomba-lomba Sanjung Capim KPK Firli Bahuri KPK (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dibanjiri sanjungan para anggota DPR RI dari berbagai fraksi yang ikut dalam uji kelayakan dan kepatutan.

Berbeda dari saat pengujian delapan capim sebelumnya, para anggota dewan bergantian menyampaikan sanjungan-sanjungan untuk Firli.

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan memulai gerbong sanjungan untuk Firli. Ia memulai komentarnya dengan mengapresiasi dokumen pemaparan yang dibuat Firli.


"Mencegah korupsi bukan menjadi KPK negara di dalam negara, tapi bagaimana kerangka konseptual. Mudah-mudahan ini bisa dibaca dan dibagikan ke publik," ujar politisi PDIP Arteria dalam uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/9).

Selain Arteria, pujian juga datang dari Anggota Fraksi PAN, Wa Ode Nur Zainab. Wa Ode menyanjung gagasan Firli yang mengutamakan pencegahan dan pembangunan sumber daya manusia KPK.

Dia juga sempat menjanjikan dukungan penuh bagi Firli asal menjawab semua pertanyaan yang ia ajukan dalam forum tersebut.

"Kalau dijawab sesuai dengan aturan yang berlaku, satu suara dari saya untuk bapak," ucapnya sembari tersenyum.
Fraksi PKB juga tak mau kalah. Anggota Fraksi PKB Anwar Rachman menyindir konflik internal KPK yang ia cap sebagai pembangkangan.

Anwar mengatakan tak terima para pegawai KPK yang digaji negara malah mengolok-olok DPR, presiden, dan menteri. Ia meminta Firli menindak semua pegawai yang ia sebut membangkang.

"Kami dari PKB terus terang akan mendukung Pak Firli apabila, pertama, menyelesaikan konflik di KPK, baik konflik antarpimpinan, konflik antarpegawai dengan pimpinan. Pak Firli harus bisa menyelesaikan, kalau nggak sanggup kami nggak akan dukung Bapak jadi pimpinan KPK," ucap Anwar Rachman.

Penanggap paparan Firli juga termasuk yang terbanyak. Ketua Komisi III Azis Syamsuddin bahkan mempersilakan dua belas perwakilan fraksi dan tiga perwakilan Komisi III untuk menanggapi Firli.

Waktu pengujian bagi Firli nyaris mencapai tiga jam. Ia sendiri mendapat waktu hampir satu jam untuk merespons kembali tanggapan para anggota dewan.

Setelah para perwakilan menanggapi, Azis pun segera menutup waktu pengujian untuk Firli. Para dewan pun menyetujui untuk menyudahi pembahasan tanpa menambah pendalaman.

"Cukup dan jelas Pak Ketua. Insya alloh bisa kita dalami saat raker," kata Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu.
F
irli adalah satu-satunya capim KPK yang berasal dari unsur kepolisian. Nama Firli menjadi kontroversi di publik karena ia tercatat pernah melakukan pelanggaran etik berat saat menjabat Deputi Penyidikan KPK. Ia disebut bertemu TGB Zainul Majdi saat kasus Newmont sedang dikaji KPK. (dhf/eks)