Masinton menilai WP KPK telah menekan para pimpinannya untuk mempengaruhi keputusan digelarnya konferensi pers terkait pelanggaran etik Ketua KPK 2019-2023 terpilih, Firli Bahuri, Rabu (11/9) lalu.
"Kalau kemarin Wadah Pegawai namanya, sekarang Wadah Politik. Ini yang menjadi kelompok penekan, menekan pimpinan, menekan publik melakukan pressure terhadap DPR," ujar Masinton saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PDIP Apresiasi Firli Bahuri Cs Pimpin KPK |
Menurutnya, desakan dan tekanan yang dilakukan oleh WP KPK terhadap mekanisme kerja pimpinan sudah di luar batas.
"Itu kemudian menampakkan bahwa lembaga itu secara eksklusif dimonopoli sama kepentingan yang namanya Wadah Politik KPK," kata Masinton.
Irjen Firli Bahuri dipilih sebagai ketua KPK periode 2019-2023 oleh Komisi III DPR. (Detikcom/Lamhot Aritonang) |
Melihat hal itu, Masinton menyebut kasus itu tak perlu diungkit kembali karena sudah berlangsung pada 2018. Oleh karenanya, Masinton memandang WP KPK saat ini sudah bekerja tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
"Harus diubah ke depan, WP harus diisi oleh ASN agar tidak berpolitik, sehingga KPK tidak sakit-sakitan lagi. Kalau sekarang (KPK) tubuhnya sakit, enggak sehat, banyak friksinya," kata Masinton.
Saut Gagal Jegal Firli
Selain itu, Masinton menduga mundurnya Saut Situmorang dari posisi Wakil Ketua KPK karena gagal menghentikan laju Firli untuk menjadi pimpinan KPK.
"Kan mereka yang paling getol menyerang Pak Firli. Lalu, mereka merasa misinya enggak berhasil ya mengundurkan diri," ucap dia.
Di sisi lain, Masinton memandang sikap Saut membuatnya ragu atas integritas dan sikapnya sebagai pimpinan KPK selama ini. Padahal, kata dia, Saut selama bekerja empat tahun di KPK ini sudah digaji pemerintah alias dengan uang rakyat.
"Kan, mereka digaji negara untuk bekerja profesional, lalu kesempatan itu malah mereka gunakan untuk aktivitas politik menyerang orang. Ketika keinginan mereka tidak terpenuhi lalu mengundurkan diri. Pertanggungjawabkan dong semuanya sampai selesai masa jabatan," tutur Masinton.
Irjen Firli Bahuri dipilih sebagai ketua KPK periode 2019-2023 oleh Komisi III DPR. (Detikcom/Lamhot Aritonang)