"Ya, dilakukan (memecat) namanya perintah presiden," ujar Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (13/9).
Wiranto mengklaim sejumlah Kapolda yang wilayahnya dilanda karhutla telah menyatakan siap untuk dipecat atau dilengserkan dari jabatannya saat ini jika tidak bisa memenuhi tugas terkait kebakaran hutan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Riau, Agung Nugroho meminta Presiden Joko Widodo melihat langsung kondisi kabut asap Riau yang semakin parah.
Menurut Agung, kehadiran Jokowi akan mendorong upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menjadi lebih proaktif.
"Kita minta Pak Jokowi turun melihat kondisi masyarakat Riau. Kadang-kadang kalau Presiden Jokowi turun, asapnya ini bisa hilang (karena mereka lebih ekstra bekerja)," ucap Agung di Pekanbaru seperti dikutip dari Antara.
Penanggulangan kebakaran hutan ada indikatornya, namun Wiranto enggan mengungkap indikator apa yang digunakan untuk menilai keberhasilan penanggulangan karhutla.
"Pada saat nanti penanggulangan hutan dan lahan ini gagal di suatu tempat maka Kapolda, Pangdam dicopot atau diganti," kata dia.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.
Jokowi mengingatkan kepada para Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, bahwa aturan yang dirinya sampaikan pada 2015 soal pencopotan dari jabatan yang tak mampu tangani karhutla masih berlaku.
"Saya kemarin sudah telepon Panglima TNI, saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi tiga atau empat hari yang lalu ke Kapolri, copot kalau enggak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan," kata Jokowi.
[Gambas:Video CNN] (tst/wis)