Pasal 188 RKHUP menjelaskan bahwa setiap orang yang menyebarkan atau mengembangkan ajaran komunisme/marxisme-leninisme atau mengembangkan melalui media apa pun dipidana penjara paling lama empat tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, RKUHP mengecualikan hukuman pidana bagi orang yang melakukan kajian terhadap ajaran komunisme/marxisme-leninisme untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Isu komunisme, dan PKI, kerap jadi senjata politik, terutama di masa pemilu, untuk menjatuhkan pihak lawan. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Sementara Pasal 189 mengatur ketentuan pidana paling lama 10 tahun penjara bagi orang yang mendirikan organisasi yang diduga menganut ajaran komunisme/marxisme-leninisme.
"Dipidana pula setiap orang yang mengadakan hubungan atau menerima bantuan dari organisasi, baik dalam maupun luar negeri yang menganut ajaran komunisme/marxisme-leninisme untuk mengubah dasar negara atau menggulingkan pemerintah yang sah."
Selain itu ketentuan tersebut juga dinilai hanya ditujukan kepada satu idelogi saja, terbatas Leninisme dan Marxisme.
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menilai ketentuan dalam RKUHP itu tak masuk akal. Menurutnya, pelarangan mestinya diterapkan pada tindakan bukan pemikiran seperti komunisme/marxisme-leninisme.
Film G30S/PKI jadi bagian kampanye Orde Baru melawan komunisme. (ANTARA FOTO/Rahmad) |
Sebelumnya, beberapa pihak mengkritik pemerintah yang memiliki mental penjajah karena berusaha membangkitkan pasal-pasal antidemokrasi dalam RKUHP. Misalnya, pasal penghinaan presiden.
DPR sendiri menyebut akan mengesahkan RKUHP dalam sidang paripurna pada 24 September.
[Gambas:Video CNN]
(psp/arh)
[Gambas:Video CNN]
Isu komunisme, dan PKI, kerap jadi senjata politik, terutama di masa pemilu, untuk menjatuhkan pihak lawan. (
Film G30S/PKI jadi bagian kampanye Orde Baru melawan komunisme. (