KSAD Pimpin Sertijab Pangdam Cenderawasih Herman Asaribab

CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 18:05 WIB
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin upacara serah terima jabatan Pangdam Cenderawasih dari Mayjen Yosua Pandit Sembiring kepada Mayjen Herman Asaribab. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Panglima Kodam XVII/Cenderawasih atau Pangdam Cenderawasih dari Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring kepada Mayjen TNI Herman Asaribab di Jayapura, Papua.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya menerangkan upcara sertijab itu digelar di Aula Tonny A Rompis Makodam XVII/Cenderawasih, Bukit Polimak, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/9) siang.

Candra menjelaskan itu bukanlah jabatan pangdam pertama bagi Herman. Sebelumnya, Herman adalah Pangdam Tanjungpura yang meliputi wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.


"Jadi Mayjen TNI Herman Asaribab, menjabat Pangdam dua kali, yaitu Pangdam XII/Tanjunglura dan saat ini menjabat Pangdam XVII/Cenderawasih yang wilayah tanggung jawabnya meliputi Provinsi Papua," kata Candra seperti dilansir Antara.

Candra menerangkan Yosua Pandit akan melanjutkan tugas dan pengabdian di lingkungan Mabes TNI sebagai Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI.

Putra Asli Papua

Herman Asaribab, merupakan putra asli Papua, lahir di Jayapura pada 10 Juni 1964. Ia merupakan jebolan Akademi Militer tahun 1988 dan Lemhannas tahun 2014.

Jabatan penting militer yang pernah Herman jabat beberapa di antaranya adalah Pa Sahli TK III Bid. Banusia Panglima TNI (2017), Kasdam XVII/Cenderawasih (2015), Wadan Seskoad (2015), Wadan Pussenif Kodiklatad (2015), Danrem 172/Pwy Kodam XVII/Cenderawasih (2013), Dirbinsen Pussenif Kodiklatad (2011), dan Danbrigif 20/IJK Dam XVII/Cenderawasih.

Kepala Pemerintahan Adat Papua Sayid Fadhal Alhamid menilai Herman Asaribab sebagai salah satu putra terbaik asli provinsi paling timur Indonesia tersebut.

"Herman Asaribab merupakan putra terbaik Papua dan dia ke sini kembali untuk Papua," kata Sayid Fadhal Alhamid di Jayapura, kemarin.

Pria yang karib disapa Fadhal itu berharap Mayjen TNI Herman Asaribab tidak melupakan identitasnya sebagai seorang anak adat Papua yang diharapkan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan bijak selama menjadi orang nomor satu di Kodam XVII/Cenderawasih.

"Pak Herman ke Papua karena kepangkatannya sudah sesuai karir dan jabatannya. Dia merupakan anak adat Papua dan juga merupakan seorang militer, yang juga tidak bisa melupakan tempat asalnya sebagai anak adat Papua," katanya.

KSAD Pimpin Sertijab Pangdam Cenderawasih Herman AsaribabPangdam XVII/Cenderawasih Papua Mayjen TNI Herman Asaribab. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Sebagai anak adat Papua, lanjut Fadhal, hal itu akan terus melekat dalam dirinya hingga akhir hayat, tetapi sebagai abdi negara tentunya akan berakhir seiring purna tugas.

"Kehadiran beliau setidaknya bisa membawa suasana lebih baik, bisa memahami penderitaan, jeritan hati saudara-saudaranya, adik-adiknya, orang tuanya di Papua. Dia dipilih bukan juga karena persoalan di sini, tetapi punya kualitas, prestasi dan kemampuan," kata Fadhal.

Sekretaris Dewan Adat Papua (DAP) Leonard Imbiri menilai Herman Asaribab akan menemui sejumlah kendalan jika paradigma negara atas wilayah Papua tidak berubah.

"Beliau salah satu putra terbaik Papua, karena itu saya mau menyampaikan dua hal. Pertama, anak terbaik ini akan menjadi susah kalau paradigma negara terhadap persoalan Papua, sama seperti hari ini, dia ini akan celaka. Kenapa, karena kalau ada intelijen atau yang berikan informasi yang tidak benar kepada pusat tentang pendekatan yang dilakukan oleh pangdam, nanti satu atau dua hari bisa dicabut," kata Leonard.

Oleh karena itu, sambung Leonard, pemerintah harus memberikan keleluasaan kepada Herman Asaribab sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih yang juga putra Papua itu untuk melakukan pendekatan sebagai anak adat kepada saudara-saudaranya di Bumi Cenderawasih.

"Jangan titip dia disini, tetapi dikte dia dimana-mana. Dia tidak akan melaksanakan tugasnya secara maksimal sebagai seorang perwira tinggi TNI tetapi juga sebagai anak adat. Karena itu kepercayaan yang diberikan sebagai pangdam harus disertai dengan keleluasaan kepadanya, dengan terlebih dahulu TNI, pemerintah merubah paradigma terhadap Papua terutama paradigma rasis, orang Papua bodoh dan tertinggal atau lainnya," katanya.

Leonard pun berharap agar Herman Asaribab membuka komunikasi dengan semua pihak seperti gereja, dewan adat, mahasiswa, LSM, dan pemangku kepentingan lainnya.


[Gambas:Video CNN] (Antara/kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK