Dikutip dari situs resmi PN Jakarta Pusat, gugatan itu dilayangkan oleh 16 nelayan, yakni Santawi, Andi Samsu Alam, Bintang, Nana Suryana, Nurjaini, M. Harun, Haruna, Hendra, Wardiman, Arifudin, Hamzah Wahe, Gala, Saka, Sakka, Wirman, dan Hubes.
Para nelayan menggugat Pertamina dengan Pasal 1366 KUHPerdata tentang kelalaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil (KORMAS) mengadakan aksi di Depan Gedung Pertamina, Jakarta, Rabu(18/9). (CNN Indonesia/Daniela) |
Pengkampanye Energi dan Perkotaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nasional Dwi Sawung menyebut 16 nelayan tersebut berasal dari Banten dan Pulau Tidung.
Pembukaan data tersebut dianggap penting agar publik mengetahui duduk perkara dari tumpahan minyak itu.
"Pertamina terkesan menutup-nutupi informasi utuh kebocoran sumur dan penanganan tumpahan minyak. Tumpahan minyaknya bukan cuma di perairan Karawang tapi sampai Banten," tutur koordinator aksi sekaligus aktivis dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional Bagus di Kantor Ekskutif Walhi seusai aksi.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Pihak koalisi sendiri telah melayangkan dua surat kepada PT Pertamina Persero dan PT Pertamina Hulu Energi. Surat tersebut berisi permintaan untuk membuka data lengkap sumur YYA-1 dan sebaran pencemaran yang diakibatkan.
Jurukampanye Greenpeace Arifsyah Nasution mengatakan pihak Pertamina tak bisa memenuhi permintaan tersebut dengan dalih tidak memiliki datanya.
Lihat juga:Kejarlah Minyak, Sumur Baru Kubuat |
Diketahui, kebocoran sumur YYA-1 berawal dari munculnya gelembung gas saat berlangsung kegiatan pengeboroan sumur pada pukul 1.30 WIB pada Jumat (12/7). Mabes Polri pun turun tangan melakukan penyelidikan.
Pertamina menduga pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 pada Jumat (12/7) merupakan penyebab munculnya gelembung gas hingga ceceran minyak di kawasan itu.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui anak usahanya PT PHE Offshore North West Java (ONWJ) sendiri mengaku sudah membayar kompensasi tahap awal kepada warga terdampak kebocoran minyak di perairan Karawang, Jawa Barat, senilai Rp18,54 miliar kepada 10.271 warga.
(fey/arh)
Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil (KORMAS) mengadakan aksi di Depan Gedung Pertamina, Jakarta, Rabu(18/9). (
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen