Pemkot Surabaya Pasang 280 CCTV Pengenal Wajah

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 01:44 WIB
Pemkot Surabaya Pasang 280 CCTV Pengenal Wajah Ilustrasi pemasangan CCTV. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Surabaya, CNN Indonesia -- Pemerintah kota Surabaya berencana memasang closed circuit television (CCTV) dengan teknologi pengenal wajah (face recognition) untuk mengantisipasi tindakan kriminal dan aksi terorisme.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskoinfo) Surabaya, M Fikser mengatakan nantikan akan ada 280 cctv dengan teknologi pengenal wajah di Surabaya. Teknologi ini akan terpasang di 150 CCTV milik Diskominfo Surabaya dan 130 CCTV milik Dishub Surabaya.

"Server dan aplikasi pengenal wajahnya sudah siap, yang lagi dikerjakan di lapangan adalah pemasangan kamera, masih dalam proses," ungkap Fikser saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (20/11).


Fikser menerangkan teknologi ini memiliki kemampuan mendeteksi wajah dan ciri-ciri seseorang. Nantinya wajah tersebut akan terkoneksi dengan data kependudukan.

Disamping itu, CCTV ini juga akan terhubung langsung dengan command center 112 dan command center Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Hal tersebut akan memudahkan kepolisian dan Pemkot Surabaya jika ada aksi kejahatan.

Dipasang di objek vital

Fikser menerangkan kamera CCTV ini rencananya akan dipasang di sejumlah objek vital di Surabaya. Sejauh ini Diskominfo berencana memasang di lima cluster termasuk Siola, Balai Kota, Semut, dan Suramadu.

[Gambas:Video CNN]

"Jadi ada lima cluster besar yang kita siapkan kameranya, mulai dipasang di persimpangan jalan, sampai beberapa gang juga," ujarnya.

Saat ini, proses pengerjaan disebut sudah mencapai 90 persen dan diharapkan rampung dalam waktu dekat.

"Jika ada wajah yang memang dicurigai, makan akan ada pendeteksian di lapangan. Jadi bukan kejadian dulu baru kita antisipasi, tetapi antisipasi dulu agar tidak terjadi," imbuhnya.

Rencana pemasangan CCTV ini sejalan dengan rencana Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang hendak membuat peraturan penggunaan CCTV di banyak titik di wilayah kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. Tito meminta kepala daerah untuk mempersiapkan peraturan serupa.

Tito mengungkapkan pemasangan CCTV banyak memberi manfaat dalam sistem pengelolaan kota. Selain terkait keamanan, CCTV juga bisa membantu memecahkan masalah ketertiban lalu lintas, kebersihan, hingga konflik.

"CCTV ini saya minta tolong kepada bapak-bapak terutama di perkotaan kalau bisa dibuat. Saya nanti akan bicara juga secara internal untuk menyusun peraturannya," kata Tito disela sambutannya di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (19/11). (frd)