"Korban luka belum ada yang dipulangkan, semua masih dirawat," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto di RS Bhayangkara Medan, Senin (18/11).
Lihat juga:Polisi Sebut Teroris Medan Latihan di Karo |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata dia, satu orang petugas Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri juga telah menjalani operasi di rumah sakit tersebut. Petugas tersebut terkena luka tikam saat menyergap terduga teroris di Hamparan Perak.
"Termasuk petugas yang jalani operasi kemarin belum ada yang pulang. Jadi semua masih dirawat," paparnya.
Untuk penyerahan jenazah terduga pembom di Mapolrestabes Medan, RMN, Agus menyebut pihaknya masih menunggu kedatangan pihak keluarga. Nantinya, petugas akan melakukan tes DNA lebih dulu sebelum menyerahkan jenazah.
"Jadi menunggu Densus 88. Harusnya keluarganya datang, Dicek DNA-nya untuk disesuaikan dengan DNA-nya dengan pelaku, lalu [jenazah] dikembalikan kepada keluarganya," papar dia.
"Tapi saya melihat ada warga yang menolak pemakaman itu. Soal penolakan warga, tapi saya tidak bisa komentari itu. Karena itu reaksi masyarakat, jadi semua tergantung kepada pribadi masing-masing," bebernya.
Rabu (13/11) pagi pukul 08.45 WIB, terjadi ledakan di Mapolrestabes Medan di Jalan HM Said Medan. Terduga pelaku yang diidentifikasi seorang pria bernama RMN (24) tewas. Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, tiga kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi rusak.
(fnr/arh)