Lima Hari Pascainsiden, 6 Korban Bom Medan Masih Dirawat

CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 13:00 WIB
Lima Hari Pascainsiden, 6 Korban Bom Medan Masih Dirawat Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menengok salah satu korban bom Mapolrestabes Medan di RS Bhayangkara Medan, Senin (18/11). (CNN Indonesia/FNR)
Medan, CNN Indonesia -- Enam orang korban ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan saat ini disebut masih dirawat di RS Bhayangkara Medan. Sementara, jenazah terduga teroris, RMN. belum diambil pihak keluarga.

"Korban luka belum ada yang dipulangkan, semua masih dirawat," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto di RS Bhayangkara Medan, Senin (18/11).

Keenamnya yakni Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Abdul Mutolip mengalami luka tangan kanan robek; Kasubbag Bin Ops Polrestabes Medan Kompol Sarponi mengalami luka robek bokong sebelah kanan; Staf Propam Polrestabes Medan Aipda Deni Hamdani mengalami luka terkena serpihan; Staf Propam Polrestabes Medan, Bripka Juli Chandra Siregar telinga sebelah kanannya tak bisa mendengar.


Dua orang lagi yakni Richard Purba, pekerja harian lepas Polrestabes Medan di Bag Ops mengalami luka memar di wajah dan lengan; dan Ihsan Mulyadi Siregar, mahasiswa, mengalami luka di pinggul sebelah kiri karena terkena serpihan.

Selain itu, kata dia, satu orang petugas Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri juga telah menjalani operasi di rumah sakit tersebut. Petugas tersebut terkena luka tikam saat menyergap terduga teroris di Hamparan Perak.

[Gambas:Video CNN]
"Termasuk petugas yang jalani operasi kemarin belum ada yang pulang. Jadi semua masih dirawat," paparnya.

Untuk penyerahan jenazah terduga pembom di Mapolrestabes Medan, RMN, Agus menyebut pihaknya masih menunggu kedatangan pihak keluarga. Nantinya, petugas akan melakukan tes DNA lebih dulu sebelum menyerahkan jenazah.

"Jadi menunggu Densus 88. Harusnya keluarganya datang, Dicek DNA-nya untuk disesuaikan dengan DNA-nya dengan pelaku, lalu [jenazah] dikembalikan kepada keluarganya," papar dia.

Terkait adanya penolakan jenazah terduga teroris untuk dikebumikan di Medan, Kapolda mengaku tak bisa mengomentari itu.

"Tapi saya melihat ada warga yang menolak pemakaman itu. Soal penolakan warga, tapi saya tidak bisa komentari itu. Karena itu reaksi masyarakat, jadi semua tergantung kepada pribadi masing-masing," bebernya.

Rabu (13/11) pagi pukul 08.45 WIB, terjadi ledakan di Mapolrestabes Medan di Jalan HM Said Medan. Terduga pelaku yang diidentifikasi seorang pria bernama RMN (24) tewas. Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, tiga kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi rusak.

(fnr/arh)