Kondisi Kivlan Zen di RSPAD Disebut Makin Membaik

CNN Indonesia | Kamis, 19/09/2019 17:35 WIB
Kondisi Kivlan Zen di RSPAD Disebut Makin Membaik Terdakwa kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen mengikuti sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, 10 September 2019. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Ia dirawat di rumah sakit tersebut sejak Senin (16/9) lalu karena mengidap infeksi paru-paru stadium 2.

Berdasarkan keterangan Kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta pihak kedokteran masih melakukan pemantauan terhadap kondisi Kivlan sebelum menjalani operasi.


"Kondisinya jauh lebih baik, kan diinfus terus enggak putus-putus. Nah tinggal operasinya saja belum tahu kapan," kata kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi, Kamis (19/9).

Tonin menerangkan perawatan di RSPAD itu telah mendapat persetujuan dari majelis hakim.

CNNIndonesia.com mencoba mengunjungi ruangan Kivlan dirawat, namun tak mendapatkan izin. Selain itu, sejumlah petugas kebersihan, keamanan, dan juga informasi tidak dapat memberikan komentar mengenai kondisi dan perawatan dari Kivlan Zen. Hingga kini, CNNIndonesia.com masih mencoba menghubungi Kepala RSPAD Gatot Soebroto Terawan Agus Putranto untuk mengetahui kondisi terkini dari Kivlan.

Berdasarkan keterangan Tonin, Kivlan sedang menjalani perawatan di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto. Ia menceritakan sejumlah rekan dan kerabat Kivlan sudah menjenguknya dalam beberapa hari ini. Bahkan, Tonin mengaku sudah ada perencanaan dari Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024 Ma'ruf Amin untuk membesuk Kivlan.

"Pak Ma'ruf juga mau datang katanya. Minggu depan mungkin, tunggu (Kivlan) sehat kali lah. Masih ada virus, menular juga kan," ujar Tonin.

Tonin menerangkan infeksi paru-paru Kivlan mulai kambuh sejak penahanannya dipindahkan dari Rutan Pomdam Jaya ke Rutan Polda Metro Jaya pada 11 September lalu.

Kivlan sendiri saat ini telah menjalani sidang perdana atas kasus yang menjeratnya itu. Dalam sidang itu, ia didakwa memiliki empat senjata api dan 117 peluru tajam. Ia juga disebut menerima aliran dana dari Habil Marati. Habil sendiri diketahui berstatus sebagai tersangka dalam kasus perencanaan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.

[Gambas:Video CNN] (mjo/kid)