Massa Petani dan Mahasiswa dari Monas Bergerak ke DPR

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 13:38 WIB
Massa Petani dan Mahasiswa dari Monas Bergerak ke DPR Massa aksi yang terdiri dari petani dan mahasiswa. (Foto: CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peserta massa aksi yang sejak pagi tadi berdemo di seberang Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara bertolak ke Gedung DPR RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat siang ini.

Dari pantauan CNNIndonesia.com para pedemo yang terdiri dari sejumlah petani dan mahasiswa ini bertolak ke gedung DPR dengan berjalan kaki atau menaiki mobil komando. Mereka berangkat tepat pukul 13.00 WIB dari taman aspirasi yang berada di depan gerbang Silang Monas Barat Laut, Jakarta, Selasa (24/9).

"Kita langsung menuju titik kumpul di Gedung DPR. Kita long march ke sana," ujar orator aksi dari balik mobil komando sebelum aksi pawai dimulai.


Perjalanan long march itu dipimpin tim mahasiswa yang telah lebih dulu berjalan kaki ke DPR. Sementara para petani yang memang kebanyakan paruh baya dan baya itu pun baru sebagian yang ikut long march. Sebagian dari mereka saat berita ini ditulis terpantau masih bertahan di seberang istana.

Sebelumnya, sejak pukul 09.00 WIB massa petani, aktivis tani, dan mahasiswa memang telah menggelar aksi demonstrasi di seberang Istana Kepresidenan. Aksi yang dilakukan bertepatan dengan Hari Tani Nasional itu meminta agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bisa lebih peduli terhadap rakyat kecil terutama petani kecil.

Aksi demonstrasi ini juga diwarnai dengan perobekan kertas hijau yang menjadi simbol dirobeknya sertifikat tanah yang biasa dibagi-bagikan Jokowi sebagai salah satu program andalannya.

Menyikapi aksi massa petani di seberang istana tersebut, Jokowi pun menerima perwakilan mereka yakni Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika dan Perwakilan dan Serikat Petani Pasundan Agustiana.

Usai pertemuan tersebut, Dewi mengatakan pihaknya telah menyampaikan sejumlah aspirasi dari petani. Mereka juga meminta Jokowi tidak buru-buru mengesahkan RUU Pertanahan yang dinilai bisa merugikan petani.

Sementara itu di Gedung DPR saat ini masih berlangsung Rapat Paripurna yang beragendakan pengesahan sejumlah rancangan undang-undang.

Kursi-kursi kosong anggota dewan kembali terlihat di rapat paripurna DPR yang digelar di Ruang Sidang Paripurna tersebut. Padahal, rapat tersebut memiliki agenda pengambilan keputusan strategis terhadap enam RUU di antaranya RUU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (RUU PPP), RUU Pesantren, dan RUU Pemasyarakatan.

Selain penampakan kursi kosong, rapat paripurna pun molor digelar. Rapat yang sedianya dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB mundur hingga pukul 11.47 WIB.

Berdasarkan perhitungan kepala secara manual (head count) di ruang rapat paripurna sampai pukul 11.50 WIB, tercatat anggota yang hadir hanya 97 orang. Selang sekitar sepuluh menit kemudian, anggota yang hadir bertambah jadi 112 pada pukul 12.00 WIB.

Jumlah itu sangat sedikit dibanding total anggota DPR periode 2014-2019 sebanyak 560 orang.

Sebelum menyatakan rapat kuorum untuk dilanjutkan, pimpinan sidang paripurna yang juga Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengklaim ada 288 dari 560 anggota DPR yang hadir dalam persidangan tersebut. Data absensi itu, ia sebut didapatkan dari pihak Kesekjenan DPR.

Sementara itu, saat ini di luar kompleks parlemen berlangsung aksi mahasiswa dan massa aksi yang menuntut DPR tak mengesahkan RUU-RUU kontroversial. Bukan hanya di Jakarta, aksi serupa juga terjadi di berbagai kota di Indonesia. Beberapa di antaranya aksi tersebut terjadi di Makassar, Semarang, Bandung, dan Palembang pada hari ini.

(tst/kid)