Aksi Ricuh, Mahasiswa di Medan Teriak Bubarkan DPR

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 16:48 WIB
Aksi Ricuh, Mahasiswa di Medan Teriak Bubarkan DPR Aksi mahasiswa di Medan. (CNN Indonesia/Farida Noris)
Medan, CNN Indonesia -- Aksi mahasiswa di Medan, Sumatera Utara (Sumut) ricuh. Mahasiswa melempari aparat keamanan yang berjaga di depan Gedung DPRD Sumut dengan batu. Mereka juga menjebol pagar gedung DPRD.

Pantauan CNNIndonesia.com, Selasa (24/9) di lokasi, mahasiswa terus meneriakan tuntutan mereka agar pemerintah dan DPR membatalkan pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP)dan menolak pengesahan UU KPK.

Mereka menilai aturan perundangan tersebut bermasalah. Massa yang membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan mereka menyebut pengesahan UU KPK sebagai bentuk pelemahan sistematis terhadap lembaga antirasuah itu.


Massa menduga, ada kongkalikong antara Pemerintah dan DPR melemahkan KPK. Dalam aksi itu, massa berteriak agar DPR dibubarkan.

"Kami mendesak agar RKUHP tidak disahkan menjadi undang-undang. Bubarkan DPR yang telah berkhianat terhadap rakyat," teriak mahasiswa.

Awalnya, aksi mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari personel kepolisian. Bahkan arus lalu lintas terpaksa dialihkan lantaran jumlah mahasiswa yang meluber ke jalan raya. Polisi juga menyiagakan water canon untuk berjaga-jaga.

Namun aksi ini sempat ricuh. Mahasiswa mulai merusak pagar kawat berduri yang dijejerkan di depan gedung DPRD Sumut.

Bahkan, massa melempari aparat kepolisian yang berjaga-jaga menggunakan botol minuman dan kayu. Salah seorang wartawan mengalami luka di kening akibat terkena lemparan batu.

Ribuan mahasiswa memaksa masuk ke dalam gedung DPRD Sumut. Mereka juga membakar ban untuk merusak kawat duri yang dipasang polisi.

Sementara, mahasiswa yang lain terus merusak kawat duri. Bahkan beberapa di antaranya memanjat gerbang gedung dewan. Massa terus mendesak agar bisa masuk ke dalam gedung. Polisi juga memperketat pengamanan.

[Gambas:Video CNN] (fnr/ugo)